Gaza, LiputanIslam.com—Rezim Israel mengetatkan blokade di kawasan pendudukan Jalur Gaza dengan menutup jalur perbatasan khusus pejalan kaki.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (19/8/18), rezim Tel Aviv mengkonfirmasikan kebijakan baru mereka untuk menutup jalur perbatasan Erez. Jalur ini merupakan satu-satunya jalur pejalan kaki untuk memasuki Jalur Gaza.

Perbatasan Erez yang berada di sepanjang bagian utara kawasan pendudukan Jalur Gaza Strip, seringkali digunakan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Palestina.

Rezim Israel sudah berkali-kali menutup perbatasan ini dan menolak pengiriman bantuan kemanusiaan dan barang-barang lain ke Gaza.

Mesir, sebagai satu dari dua negara Arab yang memiliki hubungan terbuka dengan Israel, juga telah membantu memblokade seluruh kawasan Gaza, termasuk dengan menutup perbatasan Rafah.

Menurut klaim Menteri Hubungan Militer Israel, Avigdor Liberman, kebijakan baru ini berhubungan dengan “peristiwa kekerasan yang terjadi di perbatasan pada Jumat lalu.” Peristiwa kekerasan yang ia maksud adalah demonstrasi pada Jumat (17/8/18) yang diikuti oleh sekitar 20.000  warga Gaza.

Pegawai medis mengatakan, dalam demo tersebut terdapat 2 warga Palestina yang terbunuh karena tembakan tentara Israel, dan melukai setidaknya 270 lainnya.

Ketegangan di perbatasan Gaza telah terjadi sejak 30 Maret, ketika warga Palestina menggelar demo untuk menuntut “hak untuk kembali” bagi warga Palestina yang telah terusir dari tanah mereka akibat penjajahan. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*