New York, LiputanIslam.com–Rezim Israel menolak seruan dari sekjen PBB Antonio Gutteres untuk meningkatkan perlindungan kepada warga Palestina.

Alih-alih mengikuti saran dari PBB, Israel menuntut tindakan terhadap para petinggi Palestina.

“Daripada saran delusional tentang bagaimana melindungi rakyat Palestina dari Israel, PBB seharusnya menghukum para petinggi Palestina atas kejahatan mereka kepada rakyat mereka sendiri,” kata duta Israel untuk PBB, Danny Danon.

Danon pun menyalahkan pemerintah berbasis di Tepi Barat karena mendorong “rakyat mereka untuk menyerang Yahdi” dan juga gerakan resistensi Hamas berbasis di Gaza karena membuat “rakyat mereka di Gaza sebagai sandera.”

Sekjen Gutteres menuliskan sebuah surat berjumlah 14 halaman yang keluar setelah 2 warga Palestina tewas dibunuh oleh tentara Israel di Gaza pada Jumat (17/8/18). Dalam surat itu, Gutteres memberikan 4 opsi untuk menyelesaikan konflik, dari memperbanyak bantuan kepada Palestina, mengirimkan peneliti tak bersenjata dan peneliti HAM PBB, sampai mengirimkan pasukan militer atau polisi di bawah mandat PBB.

“Kombinasi dari pendudukan militer yang berkepanjangan, ancaman keamanan secara terus-menerus, institusi politik yang lemah, dan proses perdamaian yang menemui jalan buntu, telah memberikan tantangan perlindungan secara politik, hukum dan praktis yang sangat kompleks,” kata Guterres.

“Serangan terhadap warga sipil, terutama anak-anak, adalah tindakan yang tidak dapat diterima,” tegasnya.

Namun, pihak Israel membela serangan kepada warga Palestina sebagai “hak untuk membela diri.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*