Tel Aviv, LiputanIslam.com–Rezim Israel telah melonggarkan aturan mengenai kepemilikan senjata api dan membuat lebih dari 500.000 warganya berhak memiliki senjata.

Kebijakan kontroversial ini menimbulkan kekhawatiran mengenai resiko pembunuhan sewenang-wenang terhadap warga Palestina di kawasan pendudukan.

Di bawah aturan baru yang mulai berlaku pada Senin (20/8/18) lalu, para veteran tentara, petugas polisi, relawan di sejumlah unit kepolisian, dan organisasi medis Israel dapat mengajukan izin kepemilikan senjata.

Selain itu, individu yang memiliki izin senjata api selama 10  tahun dapat menyimpan senjata mereka tanpa batas waktu dan tanpa melewati tes berkala.

Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan, yang telah lama mendorong kebijakan ini, mengklaim bahwa aturan baru ini dapat “meningkatkan keamanan publik” karena mengizinkan “warga sipil yang terampil” membela diri mereka melawan “serangan teror serigala.”

Pasukan militer dan warga sipil Israel bekali-kali kedapatan menembak warga Palestina secara brutal di kawasan pendudukan. Serangan-serangan itu seringkali terekam dengan kamera dan disebarluaskan di media sosial.  (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*