Warga Palestina membawa foto Nicolas Maduro dalam aksi dukungan di Ramallah (24/1) Majdi Mohammed | AP

Tel Aviv, LiputanIslam.com—Pemerintah Israel resmi ikut mengakui tokoh oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sah Venezuela dan mendukung kudeta terhadap pemerintahan Nicholas Maduro.

Pada Minggu (27/1) Israel menjadi negara kedua dengan legitimasi pemerintah yang dipertanyakan, setelah Kosovo, yang mendukung kudeta di Venezuela.

Kurang dari dua minggu setelah Nicolás Maduro resmi menjadi presiden untuk periode keduanya, Wakil Presiden AS Mike Pence mengumumkan dukungan AS bagi Guaido untuk menggulingkan pemerintahan “diktator” Maduro. Setelah itu, banyak negara yang segera ikut mendukung kudeta.

“Israel bergabung dengan Amerika Serikat, Kanada, sebagian besar negara di Amerika Latin dan negara-negara di Eropa untuk mengakui kepemimpinan baru Venezuela,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah rekaman video.

Guaido segera merespon Netanyahu lewat cuitan di Twitter. Ia menyampaikan terima kasih kepada rezim Israel atas dukungan kepadanya. Tokoh oposisi lain, María Corina Machado, juga berterima kasih kepada sang PM dan menyatakan bahwa “rakyat Venezuela berharap dapat membangun kembali hubungan diplomatik dengan Israel.”

Dukungan Israel untuk Guaidó yang seorang anti-Chavista bukanlah hal yang mengejutkan. Menurut jurnalis Alexander Rubinstein, Guaido dan pemerintah Israel sama-sama merupakan sayap kanan yang mendukung vigilantalisme.

Para analis telah menghubungkan keterlibatan Israel dalam perang di Suriah dengan ambisi untuk menduduki Dataran Tinggi Golan karena cadangan minyaknya. Di Venezuela, Guaido juga telah mulai mencoba memprivatisasi perusahaan minyak nasional negaranya sendiri. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*