Gaza, LiputanIslam.com–Seorang pejabat PBB mengatakan bahwa warga Palestina di Jalur Gaza “tidak akan rugi apa-apa” meski diancam oleh Israel dengan peperangan setelah wilayah Gaza dibombardir pada Sabtu lalu.

Hal ini disampaikan oleh penasehat media Agensi Bantuan PBB (UNRWA), Adnan Abu Hasna.

Menurutnya, warga Palestina tidak akan rugi apa-apa karena sejak awal mereka telah kehilangan banyak hal akibat dari blokade dan serangan rezim Israel.

“Tidak ada masa depan di Gaza. Tempat itu adalah penjara besar, tidak ada mimpi, tidak ada stabilitas. Dua juta populasi dengan 50 persen penangguran, dan sektor privat di sana tidak bekerja,” katanya dalam wawancara kepada Ynet, website online dari surat kabar harian Israel, Yedioth Ahronot, pada Sabtu (14/7/18).

“Kerusakan akibat perang 2014 belum terperbaiki, namun masalah utama di Gaza sekarang adalah warganya tidak akan kehilangan apa-apa,” imbuhnya.

Perang 2014 yang Abu Hasna maksud adalah perang terakhir Israel di Gaza, yang menewaskan hampir 2.200  warga Palestina, termasuk 577 anak. Perang tersebut bertahan selama 50 hari.

Menurut Abu Hasna, Israel kemungkinan akan menjamah Gaza dengan peperangan lain di masa mendatang.

“Kita mendengar ada banyak serangan, dengan drone dan F-16s. Orang-orang mulai membicarakan tentang eksalasi [konflik]… yang mengingatkan mereka akan perang 2014. Terdapat ingatan buruk tentang apa yang terjadi saat itu,” paparnya.

Meski diancam oleh Israel, Abu Hasna mengatakan bahwa gerakan perlawanan Palestina, Hamas, para pejabat Palestina, dan warga sipil tidak menginginkan perang apapun. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*