Yerusalem, LiputanIslam.com–Rezim Israel berencana menutup semua sekolah UNRWA di Yerusalem timur dan menggantikannya dengan sekolah Israel.

Keputusan ini dibuat oleh Dewan Keamanan Nasional Israel, di mana izin sekolah-sekolah yang dijalankan oleh Badan Bantuan & Pembangunan PBB, UNRWA, akan dicabut. Demikian laporan dari media Times of Israel.

UNRWA merupakan badan yang menyediakan bantuan pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial bagi pengungsi Palestina di Yerusalem timur, Gaza, Tepi Barat Yordania, Lebanon, dan Suriah. Badan ini telah mendirikan 7 sekolah di Yerusalem yang melayani 3.000 siswa Palestina.

Times of Israel melaporkan, sekolah-sekolah milik UNRWA akan diurus oleh pemerintah Israel dengan menggunakan kurikulum yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Israel. Kebijakan ini sangat mengganggu bagi warga Palestina yang menginginkan hak untuk bisa menentukan nasib sendiri.

Yerusalem timur adalah wilayah pendudukan Palestina yang dicaplok Israel pada tahun 1967.

“Keberadaan UNRWA di Yerusalem bukanlah pemberian dari Israel,” tegas juru bicara UNRWA, Sami Meshasha, pada hari Minggu (20/1). Ia menjelaskan bagaimana perjanjian bilateral yang ada telah mengikat Israel untuk “menghormati instalasi, yurisdiksi, dan kebebasan [UNRWA].”

“Selain itu, Israel adalah bagian dari Konvensi Pengungsi 1946, dan kebijakan semacam itu telah melanggar Konvensi tersebut,” tambahnya.

“Upaya provokatif ini secara sengaja menargetkan para pengungsi Palestina dan di mana hak-hak mereka telah dijamin oleh hukum internasional dan kemanusiaan,” kata anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, Hanan Ashrawi. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*