Yerusalem, LiputanIslam.com—Pemerintah Israel baru-baru ini menyetujui rencana pembangunan 20.000 unit pemukiman baru di kawasan pendudukan Yerusalem al-Quds, meski tindakan itu menyeleweng hukum internasional.

Rencana ini dikonfirmasikan oleh otoritas kota Yerusalem al-Quds pada Rabu (15/8/18). Selain perumahan, kawasan pendudukan itu juga akan dibangun area industri dan hotel.

Di bawah rencana ini, akan ada sekitar 12.600 unit perumahan dan 8.000 unit lain sebagai bagian dari “inisitaif pembaruan perkotaan”.

Proyek ini diperkirakan berbiaya sekitar 1,4 miliar shekel Israel (sekitar $379 juta).

Rezim Israel, yang didukung penuh oleh pemerintah AS, semakin meningkatkan aktivitas pembangunan pemukiman di kawasan pendudukan meski melanggar Resolusi 2334 Dewan Keamanan PBB.

Resolusi itu menyerukan kepada Israel untuk “segera menghentikan semua aktivitas pemukiman di kawasan pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem timur.”  (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*