Yerussalem,LiputanIslam.com—Para pejabat Israel dikabarkan akan membangun ribuan unit permukiman baru di dekat Yerussalem al-Quds di tengah berlangsungnya protes terhadap penjajahan Israel terhadap wilayah-wilayah Palestina.

Surat kabar berbahasa Israel, Israel Hayom, melaporkan pada Kamis (28/11) kemarin bahwa kementerian konstruksi dan perumahan Israel sedang mengerjakan proyek di bekas Bandara Qalandiya, untuk memperluas permukiman Atarot, yang terletak di sebelah utara Yerussalem al-Quds.

Laporan itu menjelaskan, rencana pembangunan itu mencakup 11.000 unit permukiman di area seluas 148.2 hektar, membentang dari bekas bandara hingga pos pemeriksaan Qalandiya.

Menurut laporan Israel Hayom, tanah itu telah disita oleh Israel pada awal 1970 oleh Partai Buruh Israel yang saat itu masih berkuasa. Proyek pembangunan itu meliputi penggalian sebuah terowongan di daerah Kafr Aqab yang terhubung ke sisi timur kota suci Yerussalem.

Mantan Menteri Konstruksi dan Perumahan Israel, Yoav Galant, meminta agar proyek itu terus dilanjutkan sesaat usai Donald Trump, menjabat sebagai presiden Amerika pada 20 Januari 2017.

Sampai saat ini, lebih dari 600.000 warga Israel tinggal di lebih dari 230 permukiman yang dibangun sejak pendudukan pertama Israel tahun 1967 di wilayah Tepi Barat dan Yerussalem Timur al-Quds.

Baca: PBB Tunda Rilis Data Perusahaan yang Berbisnis dengan Pemukiman Israel

Dewan Keamanan (DK) PBB dalam beberapa resolusinya telah mengecam aktifitas pembangunan permukiman di wilayah-wilayah kependudukan.

Sebulan sebelum Trump berkuasa, DK PBB pada Desember 2016 mengadopsi Resolusi 2334, meminta Israel untuk segera menghentikan semua kegiatan permukiman di wilayah Palestina. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*