Ismail HAniyeh dan pastor PalestinaGazaCity, LiputanIslam.com — Ismail Haniyeh, pemimpin senior Hamas mendesak Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas,  untuk menandatangani Rome Statute dan menuntut pertanggungjawaban Israel atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza, ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

“Menandatangani Rome Statute adalah hak bagi setiap korban dan mengulur-ulur penanda- tanganan tersebut berarti mengabaikan hak-hak mereka, dan hal itu merupakan pelanggaran,” ucap Haniyeh.

Seharusnya, lanjut Haniyeh, Abbas tidak mengabaikan hak-hak keluarga korban kebiadaban militer Israel.

“Seluruh faksi-faksi Palestina dan komunitas Palestina telah sepakat tentang perlunya Abbas untuk segera menyeret Israel ke ICC, agar Zionis mempertanggungjawabkan kejahatannya terhadap rakyat Palestina,” jelas Haniyeh dalam konferensi pers, seperti dilansir Midle East Monitor.

Pada tanggal 23 Agustus 2014, anggota Biro Politik Hamas, Mousa Abu Marzouk, mengumumkan bahwa Hamas telah menandatangani dokumen yang diperlukan Presiden Abbas, untuk menandatangani Rome Statute, yang memungkinkan Palestina untuk menuntut Israel ke ICC. Apalagi, Palestina telah diberikan pengakuan internasional pada tahun 2012, dan diterima di PBB sebagai negara pengamat.

Rome Statute adalah  perjanjian hukum-hukum yang ditetapkan oleh ICC, yang  diadopsi pada konferensi diplomatik di Roma pada tanggal 17 Juli 1998 dan diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2002. Dengan menandatangani Rome Statute, maka Palestina bisa menuntut ICC untuk mengadili Israel. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL