map isisAnbar, LiputanIslam.com — Kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan menyerang markas polisi di provinsi Anbar. Akibatnya, sekitar 19 orang polisi tewas.

Dari laporan presstv.com, 14 Desember 2014, ISIS mengepung markas tersebut pada hari Jum’at, setelah mengambil alih kota Al-Wafa, yang terletak 20 km dari sebelah barat kota Ramadi.

“Pihak kepolisian telah bertempur melawan ISIS sejak hari Jum’at, namun kami kekurangan amunisi dan terpaksa harus menyingkir. Kota telah direbut! Saya frustasi karena kami dibiarkan sendirian tanpa adanya bala bantuan,” ujar Walikota al-Wafa Hussain Kassar.

Selain Al-Wafa, dua kota lainnya di sebelah barat Ramadi yaitu Hit dan Kubaisa, juga dikuasai oleh ISIS.

Sedangkan di kota Al-Baghdadi, ISIS menangkap dan mengeksekusi 21 pejuang suku lokal, dan mayat-mayat yang penuh luka tembak di dada dan kepala, ditemukan terbuang di area perkebunan dalam kota.

Sejak ISIS menguasai Mosul pada bulan Juni, serangan yang dilancarkan kelompok teroris ini semakin intensif. Mereka bergerilya merebut kota demi kota. Dalam aksinya, ISIS melakukan tindakan biadab terhadap rakyat Irak, tanpa pandang bulu.

Parlemen Irak: 160.000 Warga Kristen Terusir dari Mosul

Jelang Natal beberapa hari lagi, harus dilewati dengan kondisi yang menyedihkan oleh 160.000 warga Kristen yang terusir dari Mosul sejak kota itu jatuh ke tangan ISIS. Seperti diketahui, ISIS telah meng-ultimatum warga Kristen untuk masuk Islam, atau jika tidak, harus membayar pajak jika masih ingin bertahan di Mosul.

“Keluarga-keluarga Kristen harus menyingkir dari Mosul karena adanya ancaman mematikan dari kelompok ISIS,” ujar Emad Yukhana, anggota parlemen Irak

Saat ini, mayoritas warga Kristen tersebut mengungsi di wilayah Kurdi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL