obama menyebalkanLiputanIslam.com — Prof Michel Chossudovsky, penulis buku America’s War on Terorism, menyebutkan bahwa klaim Amerika Serikat (AS) – yang menyatakan pihaknya tengah memimpin perang melawan kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah suatu kebohongan besar.

Dalam artikelnya di globalresearch.ca, yang berjudul ‘Twenty-six Things About the Islamic State (ISIL) that Obama Does Not Want You to Know About ‘, Chossudovsky menyebut, setidaknya ada 26 kebohongan besar terkait terorisme, yang Obama tidak menginginkan kita mengetahuinya. Kondisi ini diperparah dengan media-media mainstream menyebut kebijakan Obama (seperti menyerang ISIS) sebagai keberpihakan kepada kemanusiaan. Realitanya bertolak belakang, karena intervensi militer yang dilakukan oleh AS dan sekutunya, justru menyebabkan tewasnya rakyat sipil di Irak dan Suriah, dalam jumlah yang besar.

Berikut ini, 26 kebohongan tersebut;

Asal Usul Sejarah Al-Qaeda

1. AS telah mendukung Al Qaeda dan organisasi-organisasi afiliasinya selama hampir setengah abad sejak masa kejayaan di Afghanistan melawan Uni Soviet.

2. Kamp pelatihan CIA didirikan di Pakistan. Dalam kurun waktu sepuluh tahun 1982-1992, sekitar 35.000 jihadis dari 43 negara-negara Islam direkrut oleh CIA untuk bertarung di dalam perang Afghanistan.

CIA mengucurkan dana untuk memasang iklan di surat kabar seluruh dunia, guna membujuk, memprovokasi, menyerukan kepada ummat Islam untuk berjihad

3. Sejak pemerintahan Reagan, Washington telah mendukung jaringan teror dengan memanfaatkan kelompok Islam radikal.

Ronald Reagan menyebut teroris sebagai “pejuang kemerdekaan”. Lalu AS memasok senjata kepada mereka, dan mengklaim untuk sebuah tujuan mulia, yaitu memerangi Uni Sovyet dan mengganti model pemerintahan sekuler di Afghanistan.

4. Buku jihadis diterbitkan oleh University of Nebraska. AS menghabiskan jutaan dolar untuk memasok sekolah Afghanistan dengan buku pelajaran yang penuh dengan gambar kekerasan dan ideologi Islam radikal.

5. Osama bin Laden, gembong Al-Qaeda direkrut oleh CIA pada tahun 1979 pada awal jihad yang disponsori AS di Afghanistan. Saat itu, ia baru berusia 22 tahun.

Al Qaeda bukanlah aktor di balik tragedi 9/11. Peristiwa itu adalah sebuah false flag yang memang dirancang oleh AS untuk membenarkan agenda “Perang Melawan Terorisme”.

Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)

6. ISIS awalnya adalah affiliasi Al-Qaeda yang dibentuk oleh intelejen AS (CIA), yang didukung oleh Mossad, Pakistan Inter-Services Intelligence (ISI), dan Intelejen Arab Saudi Ri’āsat Al-Istikhbārāt Al-‘Āmah.

7. ISIS bersama dengan AS dan NATO terlibat dalam memerangi pemerintah sah Suriah (Bashar al-Assad).

8. NATO dan Komando Tinggi Turki  bertanggung jawab atas perekrutan tentara bayaran ISIS dan Al-Nusra sejak awal pemberontakan Suriah pada Maret 2011.

“Kampanye diadakan untuk menarik minat ribuan relawan Muslim di negara-negara Timur Tengah, dan kaum Muslimin di seluruh dunia untuk berjuang bersama pemberontak Suriah. Militer Turki akan menangani calon jihadis ini, melatih, dan mengamankan perjalanan mereka menuju Suriah.“ (DEBKAfile, NATO to give rebels anti-tank weapons, 14 Agustus 2011.)

9. Ada Pasukan Khusus Intelejen Barat dalam batang tubuh ISIS. Pasukan dari M16, Inggris, juga terlibat dalam melatih pemberontak/ jihadis di Suriah.

10. Spesialis militer Barat telah melatih para teroris dalam penggunaan senjata kimia.

“Amerika Serikat dan beberapa sekutu Eropa menggunakan kontraktor pertahanan untuk melatih pemberontak Suriah cara-cara mengamankan stok senjata kimia di Suriah,” kata seorang pejabat senior AS dan beberapa diplomat senior kepada CNN, Minggu.” (CNN Report, 9 Desember 2012)

11.  Pemenggalan demi-pemenggalan yang dilakukan ISIS merupakan bagian dari program pelatihan teroris yang dilaksanakan di Arab Saudi dan Qatar.

12. Amerika merekrut jihadis ISIS dari para narapidana di penjara-penjara Arab Saudi. Terpidana mati juga dibebaskan, dengan syarat bergabung dengan ISIS.

13. Israel telah mendukung Front Al-Nusra di Dataran Tinggi Golan.

Netanyahu, Perdana Menteri Israel menemui jihadis yang terluka dan dirawat di Rumah Sakit Golan. Dan petinggi IDF mengakui bahwa ada ‘unsur-unsur jihad global di Suriah’ (ISIS dan Al-Nusra) yang didukung oleh Israel.

Foto di bawah: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Moshe Ya’alon berada diantara jihadis, di RS Dataran Tinggi Golan, 18 Februari 2014.

Netanyahu menyalami teroris di RS Golan

Netanyahu menyalami teroris di RS Golan

Suriah-Irak

14. ISIS adalah pasukan/pion yang menjadi kaki tangan aliansi militer Barat. Mereka menciptakan kekacauan di Suriah dan Irak.

15. Senator AS John McCain telah bertemu dengan para pemimpin teroris jihad di Suriah.

Mc Cain dan pemberontak Suriah

Mc Cain dan pemberontak Suriah

16. Militan ISIS, yang konon tengah menjadi target pengeboman oleh AS dan sekutunya dengan slogan ‘melawan terorisme’, tetap didukung secara diam-diam oleh AS.

17. Pengeboman AS dan sekutunya, tidaklah sungguh-sungguh menargetkan ISIS, melainkan mengebom infrastruktur ekonomi Irak dan Suriah termasuk pabrik dan kilang minyak.

18. Proyek Khilafah ala ISIS merupakan bagian dari agenda kebijakan luar negeri AS sejak lama,yaitu untuk menggambar ulang peta Irak dan Suriah menjadi negara yang dipecah berdasarkan sekterian;  Kekhalifahan Sunni, Republik Arab Syiah dan Republik Kurdistan.

Perang Global Melawan Terorisme

19. “Perang Global Melawan Terorisme” (GWOT) ditampilkan sebagai sebuah ‘benturan peradaban’,  yaitu perang mempertahankan nilai-nilai kebenaran, walaupun pada kenyataannya, GWOT adalah perang penaklukan terhadap negara berdaulat, atas dasar pertimbangan ekonomi dan tujuan strategis lainnya.

20. AS mensponsori cabang-cabang Al-Qaeda lainnya, dan telah dikerahkan di Mali, Nigeria, Republik Afrika Tengah, Somalia dan Yaman.

Berbagai kelompok yang beraffiliasi dengan Al-Qaeda, beroperasi di Timur Tengah, Afrika  sub-Sahara, dan Asia, kesemuanya adalah ‘aset intelejen’ yang disponsori oleh CIA. Mereka digunakan oleh AS guna menciptakan kekacauan dan konflik internal untuk menggoyahkan negara-negara berdaulat.

21. Boko Haram di Nigeria, Al Shabab di Somalia, Fighting Grup Libya Islam (LIFG) (didukung oleh NATO pada tahun 2011), Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), Jemaah Islamiyah (JI) di Indonesia, adalah kelompok yang beraffiliasi dengan Al-Qaeda yang didukung secara diam-diam oleh intelejen Barat.

22. Amerika Serikat juga mendukung organisasi teroris  yang beraffiliasi dengan Al-Qaeda di Xinjiang Uighur, wilayah otonomi China. Tujuannya adalah untuk memicu instabilitas politik di China bagian barat.

Jihadis China dilaporkan telah menerima ‘pelatihan teroris’ untuk melakukan serangan di China. Tujuannya, menjadikan entitas tersebut sebagai grup jihad yang berbasis di China (guna melayani kepentingan AS), lalu membangun sebuah kekhalifahan Islam, yang menguasai daerah Cina bagian Barat. (Michel Chossudovsky, America’s War on Terorism, Global Research, Montreal 2005, Bab 2).

ISIS dan Ancaman Lokal AS

24. AS, adalah pencipta kelompok teroris ISIS, tapi Obama mengeluarkan mandat, harus melindungi rakyat AS dari ancaman ISIS.

24. Propaganda bahwa ada ancaman ISIS terhadap wilayah AS adalah sebuah kepalsuan. Hal ini dihembuskan di media untuk membatasi kebebasan masyarakat sipil, yang perlahan akan merubah AS menjadi negara militer. Kabar tentang serangan teror yang dilakukan oleh para jihadis selalu diulangi, untuk menciptakan ketakutan dan intimidasi. Pada akhirnya, ancaman teroris ini akan memberikan legitimasi bagi Pertahanan Dalam Negeri AS untuk menjadi semakin militeristik.

Tujuan utama disebarkannya propaganda palsu – bahwa ISIS mengancam AS—adalah guna menanamkan doktrin di benak warga AS, bahwa kini negara itu tengah menghadapi musuh berbahaya, dan militer AS akan melindungi warganya.

25. Slogan-slogan melawan terorisme telah berkontribusi terhadap demonisasi kaum Muslimin, sehingga menggiring opini publik bahwa Islam, selalu terkait dengan teror.

26. Siapa saja yang berani mempertanyakan keabsahan ‘Perang Global Melawan Terorisme’ maka akan dicap teroris.

Jadi, tujuan utama dari ‘Perang Global MelawanTerorisme’ adalah untuk menundukkan warga, mendepolitisasi kehidupan sosial di Amerika, mencegah rakyat untuk berpikir menurut konseptualisasi dari analisis fakta. Pemerintahan Obama telah memberlakukan konsensus jahat dengan dukungan sekutunya, termasuk keterlibatan Dewan Keamanan PBB. Media Barat mainstream juga sejalan, dengan menjadikan ISIS sebagai sebuah entitas merdeka/ mandiri yang mengancam dunia Barat.

Jadi, masihkah ada diantara kita yang percaya bahwa ISIS, tengah berjihad menegakkan Khilafah Islamiyah? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL