BOKO-HARAM-facebookNairobi, LiputanIslam.com — Keberadaan kelompok-kelompok ekstremis Afrika yang diduga berkaitan dengan ISIL dan Al Qaida telah mengundang keprihatinan aparat keamanan negara-negara Afrika.

Atas hal itu maka beberapa kepala inteligen negara-negara Afrika telah menggelar pertemuan di Nairobi, Kenya, minggu lalu. Demikian laporan Al Alam, Minggu (31/8).

Sementara itu situs berita Nigeria Daily Post, hari Kamis (28/8) lalu mengabarkan bahwa kelompok teroris Boko Haram telah membunuhi orang-orang Kristen di kota Gwoza dan memaksa para wanitanya masuk Islam dan kawin dengan para anggota kelompok itu.

Pembunuhan massal itu terjadi setelah jatuhnya kota Gwoza dan Madagali yang terletak di provinsi bergolak Borno ke tangan Boko Haram dan dinyatakan sebagai bagian dari Kekhalifahan Islam. Kabar pembantaian itu disampaikan oleh Direktur Social Communications of the Catholic Diocese of Maiduguri, di Maiduguri, Kamis (28/8).

“Setelah deklarasi kota Gwoza di Provinsi Borno sebagai Kekhalifahan Islam dan jatuhnya kota Madagali ke tangan Boko Haram, para ekstremis dilaporkan telah menyembelih semua laki-laki Kristen yang ditemukan, sementara para wanitanya telah dipaksa memeluk Islam dan dinikahkan paksa dengan anggota kelompok itu,” katanya melalui telepon kepada para wartawan sebagaimana dilaporkan Daily Post.

Laporan tentang serangan kelompok Boko Haram terhadap komunitas Nasrani tidak kalah banyaknya dengan laporan serangan kelompok teroris itu kepada umat Islam di Nigeria.

“Skala dan kecanggihan serangan-serangan yang dilakukan teroris serta regionalisasi terorisme oleh Boko Haram, Al-Qaeda in Islamic Maghreb (AQIM) dan Al-Shebab, memerlukan respon tegas, baik di tingkat regional maupun benua,” demikian pernyataan Institute for Security Studies (ISS) dalam laporan terakhirnya sebagaimana dikutip Al Alam.

Para kepala inteligen yang tergabung dalam Africa Union of Committee of Intelligence and Security Services of Africa (CISSA) menyatakan keprihatinannya atas pengaruh yang semakin kuat dari ISIL atas kelompok-kelompok teroris di Afrika.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan para kepala inteligen Afrika itu disebutkan bahwa ancaman dan tantangan utama yang dihadapi negara-negara Afrika mencakup “aliansi yang dibangun oleh kelompok-kelompok teroris di dunia, sumber-sumber dana yang canggih, serta perbatasan yang buruk”.

Kalangan inteligen Afrika melihat bahwa kelompok-kelompok militan Afrika telah banyak belajar dari ISIL, meski tidak ditemukan hubungan langsung antara keduanya.

Sebagaimana ISIL, Boko Haram juga telah mendeklarasikan Kekhalifahan Islam, meski para pengamat mengangggap pemimpin kelompok itu, Abubakar Shekau, lebih banyak berjuang untuk kepentingan pribadinya. Demikian laporan Al Alam.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL