Sumber: Stringer/AFP

Tehran,LiputanIslam.com—Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, mengeluarkan peringatan terkait keterlibatan Israel di Teluk Persia bisa jadi pemicu perang kawasan dan pihak yang harus bertanggung jawab akan hal ini jika benar-benar terjadi adalah Amerika Serikat dan Inggris.

Peringatan ini disampaikan di tengah mencuatnya laporan terkait kesediaan Israel untuk menyiapkan pelayanan intelijen bagi kepentingan koalisi maritim AS di Teluk Persia.

“Amerika Serikat dan Inggris harus bertanggung jawab atas kehadiran ilegal Israel di perairan Teluk Persia. Kehadiran Israel dalam bentuk apapun di Teluk Persia itu ilegal. Karena, hal itu bisa memicu perang dan konfrontasi di kawasan,” ucapnya kepada chanel tv Lebanon, Al-Mayadeen, pada Minggu (11/8) kemarin.

Tangsiri menambahkan bahwa kapanpun IRGC mau, mereka bisa menahan kapan siapa pun, bahkan jika kapal-kapal itu dikawal oleh para pasukan Inggris dan Amerika.

Baca: Israel Akan Bergabung dengan Koalisi Maritim AS di Teluk Persia

Selanjutnya, komandan yang kini telah mendapatkan sanksi AS itu, menekankan bahwa Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak membutuhkan hadirnya orang asing sebagai juru keamanan. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*