Tehran,LiputanIslam.com—Kepala Biro Politik IRGC, Yadollah Javani, mengeluarkan ancamannya kepada AS pada Kamis (1/8) lalu, “Amerika akan berhadapan dengan Korps Garda Revolusi Islam di seluruh kawasan, jika berani membuat kesalahan dengan Iran.”

Javani mengaku, jika AS dan Israel melancarkan agresi sekecil apapun ke Iran, maka mereka akan berhadapan dengan para pasukan IRGC mulai dari Mediterania Timur hingga Laut Merah, dari Laut Arab dan Teluk Aden.

“Tidak akan pernah ada aliansi kapal perang AS di Teluk atau di negara-negara kawasan lainnya,” ucap Javani. Menurutnya, para pasukan Iran adalah adalah penjaga keamanan di Teluk.

Pada 10 Juli lalu, Washington mengumumkan rencana penyusunan aliansi internasional yang akan digunakan untuk mengamankan rute di kawasan Teluk, khususnya di Selat Hormuz dan Bab Al-Mandeb.

Berbeda dengan AS, Inggris justru ingin membentuk koalisi militer sendiri bersama dengan negara-negara Eropa lainnya.

Baca: Anggota Kerajaan Larang Saudi Terlibat Perang dengan Iran

Ketegangan di Teluk mulai terjadi paska AS mengundurkan diri dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran dan mulai menghujani Iran dengan segudang sanksi ekonomi, mengembargo penjualan minyak Iran hingga nol persen, serta melarang negara manapun untuk terlibat perdagangan minyak dengan Iran.

Keadaan semakin buruk pasca disitanya tanker minyak Iran di Saudi dan di Selat Gibraltar oleh angkatan laut Inggris. Aksi ini dibalas dengan penyitaan tanker inggris “Steno Impero” oleh IRGC di Teluk Persia, karena dianggap telah melanggar peraturan navigasi internasional dan membahayakan kepal nelayan Iran. (fd/Memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*