Fuad MasumBaghdad, LiputanIslam.com — Presiden Irak menyatakan rasa terimakasihnya kepada Iran karena telah membantu pihaknya dalam memerangi kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Iran adalah negara tetangga yang panjang garis perbatasannya dengan Irak mencapai 1.000 km. Iran telah banyak membantu kami dalam memerangi penjahat Daesh (sebutan ISIS dalam Bahasa Arab),” ucap Fuad Masum, dalam sebuah wawancara, seperti dilansir Press TV, 22 Februari 2015.

Baghdad dan kota Kurdi utara yaitu Erbil diprediksi akan jatuh ke tangan ISIS, jika Iran tidak segera membantu Irak. Iran sendiri menegaskan bahwa mereka tidak akan menganggu militer Suriah dan Irak, namun pihaknya bersedia untuk terus mendukung pertahanan kedua negara dalam menghadapi ISIS, melalui konsultasi pertahanan dan bantuan kemanusiaan.

Masum juga mengatakan, “Sebuah kemenangan atas teroris Daesh telah berhasil di berbagai daerah. Namun terasa sulit untuk menaklukkan mereka di Mosul karena wilayah itu dihuni oleh penduduk. Tidak rasional jika kota itu dibombardir, karena konsekuensinya sangat mengerikan, dan menyebabkan bertambahnya korban jiwa dari masyarakat sipil,” jelas Masum.

Peran Iran di dalam membantu memerangi terorisme juga disampaikan oleh Nouri al-Maliki. Dalam sebuah konferensi pers, ia memuji kesigapan Iran yang telah tepat waktu dan memberikan bantuan tanpa syarat pada militer Irak untuk menekan keberadaan kelompok teroris.

“Kalau bukan karena kerjasama dari Republik Islam Iran dan Jenderal Qasem Soleimani, maka Irak hari ini tidak akan dipimpin oleh seorang perdana menteri,” ucap Al-Maliki.

Maliki juga mengungkapkan plot yang dirancang di Timur Tengah, “Ada pihak-pihak tertentu yang menyusun skema, mereka mengipasi api konflik antar suku, dan mereka tidak mendukung resolusi dan pemulihan atas daerah-daerah Timur Tengah yang bermasalah,” kritiknya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL