Gaza, LiputanIslam.com–Genosida terhadap demonstran tak bersenjata Palestina di demo Great March of Return ternyata melibatkan sekelompok perusahaan kontraktor dan penyuplai internasional yang kebanyakan berasal dari luar Israel.

Peneliti Corporate Occupation, Tom Anderson, mengatakan bahwa militer Israel  bergantung pada sebuah jaringan perusahaan internasional untuk melaksanakan genosida terhadap warga Gaza. Perusahaan-perusahaan ini menyuplai segala hal dari senapan hingga gas air mata.

“Perusahaan-perusahaan ini diketahui mendukung kejahatan perang, dan terlibat dalam tindakan pembunuhan yang didalangi oleh negara [Israel],” papar Anderson kepada Mintpress News.

Sejak dimulainya demo pada 30 Maret, tentara Israel telah membunuh 205 warga Palestina. Demikian laporan dari Kantor Koordinasi Hubungan Kemanusiaan PBB di Kawasan Pendudukan Palestina pada 4 Oktober kemarin.

Selain korban tewas, terdapat 21.288 orang yang terluka. 5.345 diantaranya terluka karena amunisi hidup dan mengakibatkan 11.180 dirawat di rumah sakit. Sebanyak 38 korban tewas dan 4.250 korban luka adalah anak-anak.

Organisasi Corporate Occupation, American Friends Service Committee, Who Profits, dan  Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) Movement pun menelusuri perusahaan mana saja yang terlibat dalam kejahatan perang ini.

Berikut 10 diataranya:

  1. Caterpillar, Inc.

Caterpillar adalah perusahaan yang memproduksi bulldozer. Produk mereka dibeli oleh Israel untuk menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat. Caterpillar juga bertanggungjawab atas terbunuhnya Rachel Corrie, seorang aktivis Gerakan Solidaritas Internasional yang tewas karena dilindas bulldozer pada 2003.

  1. Combined Systems, Inc.

Combined Systems adalah perusahaan yang berasal dari Jamestown, Pennsylvania, dan dimiliki oleh Point Lookout Capital dan Carlyle Group. Perusahaan ini menyuplai senjata ringan dan alat-alat keamanan, seperti gas air mata dan granat.

  1. Ford Motor Company

Sejak tahun 2003, produsen kendaraan Israel, Hatehof, memulai modifikasi truk-truk F550 dari perusahaan Ford untuk dijadikan kendaraan militer berlapis baja. Pada 2016, Israel memilih truk F350s dari Ford untuk digunakan sebagai kendaraan tanpa awak yang mampu menembak dengan remot kontrol.

  1. Monsanto
  2. G4S plc
  3. Hewlett Packard

Perusahaan elektronik ini menyuplai produk komputer mereka kepada militer Israel dan telah menyetujui kontrak untuk “mem-virtualisasi” operasi IDF dalam aksi blokade Gaza.

  1. HSBC Bank plc

HSBC menyediakan pendanaan ekstensif kepada beberapa perusahaan militer terbesar di dunia, beberapa diantaranya milik orang Israel. Menurut aktivis Huda Ammori, HSBC memiliki saham lebih dari £ 800 juta, dan terlibat dalam pinjaman sindikasi lebih dari £ 19b kepada perusahaan yang menjual senjata dan peralatan militer kepada pemerintah Israel.

  1. Motorola Solutions Inc.

Motorola menyuplai smartphone terenkripsi yang digunakan militer Israel untuk mengerahkan tentara. Mereka juga menyediakan layanan radio dan komunikasi untuk polisi Israel.

  1. Remington

Menurut laporan dari organisasi Amnesty International, sejumlah korban Palestina dalam demo Great March of Return menderita luka dari senapan M24 dari perusahaan Remington dengan peluru 7.62mm untuk berburu.

“Di Amerika, senapan ini dibeli untuk memburu rusa,” kata Brian Castner, seorang ahli senjata di Amnesty International pada April lalu.

  1. Sabra Dipping Company, LLC

Perusahaan asal New York ini mendonasikan paket makanan kepada Brigade Golani Israel yang terkenal atas pelanggaran HAM mereka di Gaza dan Tepi Barat. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*