Tel Aviv, LiputanIslam.com–Pemerintah baru Paraguay mengumumkan pemindahan kedubes mereka dari Yerusalem kembali ke Tel Aviv. Tak lama setelah itu, PM Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penutupan kedubes Israel di negara Amerika Latin itu.

Keputusan Paraguay merupakan pukulan bagi upaya Israel untuk mendapatkan pengakuan eksternal atas Yerusalem sebagai ibukota mereka. Beberapa negara, seperi AS dan Guatemala, telah membuka kedubes di Yerusalem. Sementara negara lain masih tidak mau mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota itu.

Rezim Israel merespon cepat berita itu dengan merilis pernyataan dalam bahasa Inggris dari kantor Perdana Menteri.

“Israel melihat dengan sangat serius keputusan luar biasa dari Paraguay yang akan memperkeruh hubungan bilateral,” tulis mereka.

Menlu Paraguay pun menyebut respon keras Israel itu “tidak layak.” Sementara Presiden Paraguay Mario Abdo membela keputusannya sebagai bagian dari upaya mendukung “perdamaian yang luas, adil dan kekal” antara Israel dan Palestina.

“Paraguay adalah negara yang menjunjung tinggi prinsip,” tulis Abdo di akun Twitter-nya. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*