Washington, LiputanIslam.com–Keluarga presenter Press TV yang ditahan oleh AS menyerukan aksi demonstrasi di 24 kota di dunia pada 25 Januari mendatang untuk menuntut pembebasan sang presenter.

Presenter Iran-Amerika, Marzieh Hashemi, telah ditahan di penjara AS selama 11 hari sejauh ini tanpa dakwaan yang jelas.

“Komunitas dunia yang marah atas penahanan semena-mena dan interogasi keras kepada ibu kami, telah menyampaikan keinginan mereka untuk memobilisasi dan mengirim pesan bersama. Karena itu, kami keluarga Marzieh Hashemi, mendedikasikan diri kami pada upaya mulia ini. Dengan bantuan sejumlah saudara dan saudari kita yang paling aktif dan bimbingan para ulama di seluruh dunia, kami menetapkan hari Jumat, 25 Januari, sebagai hari aksi protes,” demikian pesan dari keluarga Hashemi yang dirilis di hari Rabu (23/1).

Aksi demo telah dijadwalkan di sembilan negara, termasuk diantaranya AS, Kanada, Inggris, Denmark, Australia, Turki, dan Pakistan.

Hashemi merupakan seorang mualaf Muslim kelahiran Amerika berusia 59 tahun yang telah tinggal di Iran selama bertahun-tahun. Ia ditangkap di Bandara Internasional St. Louis Lambert, Missouri, pada minggu lalu ketika ia hendak mengunjungi keluarganya di AS.

Hashemi dibawa ke penjara di Washington, DC, di mana dia dipaksa melepaskan jilbabnya dan hanya ditawarkan makanan non-halal.

Anak tertua Hashemi, Hossein, mengatakan kepada New York Times bahwa gerakan Black Lives Matter Amerika dan organisasi lain akan mengikuti demo solidaritas kepada ibunya ini.

Sementara itu, warga Iran sudah menggelar aksi protes pada Selasa (22/1) kemarin. Pemerintah Iran juga telah memanggil duta Swiss untuk Tehran untuk menyampaikan protes atas penahanan ilegal Hashemi. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*