Paris, LiputanIslam.com–Presiden Prancis Emmanuel Macron berupaya mengkonsiliasi gerakan “rompi kuning” dan mengendalikan krisis yang sedang berlangsung di  negaranya dengan menawarkan serangkaian langkah konkret seperti kenaikan upah dan pembebasan pajak.

Sang presiden akhirnya muncul di depan publik, yaitu lewat siaran televisi pada Senin (10/12) dan mulai memperkenalkan serangkaian tindakan darurat untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Dalam pidato selama 13 menit, Macron menyatakan bahwa negaranya kini mengalami “keadaan darurat ekonomi dan sosial” pasca aksi protes selama empat minggu berturut-turut oleh demonstran rompi kuning.

Macron mengatakan, rincian langkah-langkah perbaikan ini akan diumumkan secara detil oleh Perdana Menteri Édouard Phillipe di parlemen. Beberapa langkah yang ia janjikan adalah tambahan upah 100 euro ($114) bagi para pekerja yang menerima upah minimum bulanan, penghapusan pajak atas upah lembur, dan tidak ada lagi permintaan pembayaran kenaikan pajak jaminan sosial bagi pensiunan yang berpenghasilan kurang dari 2.000 euro ($ 2.270) per bulan.

Sementara itu, sang presiden mengaku bahwa ia selama ini mendengar dan memahami kemarahan dan kesulitan hidup rakyatnya dan yang merasa diabaikan dan diperas secara ekonomi. Ia pun mengakui bahwa ia tidak dapat memberikan solusi sesegara mungkin sejak pemilihannya sebagai presiden.

“Saya mungkin memperlihatkan kesan bahwa saya tidak peduli atas masalah ini, bahwa saya punya prioritas lain… Saya tahu saya telah menyakiti sebagian dari Anda dengan kata-kata saya,” ucapnya.

Namun ia menyayangkan tindak kekerasan yang terjadi selama aksi protes, karena “tidak ada kemarahan yang bisa menjutifikasi serangan ke pertugas polisi dan perusakan toko atau gedung umum. Ketika kekerasan terlepas liar, kebebasan berakhir,” imbuhnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*