KH Muhaimin ceramah di gereja (foto: Kompas)

KH Muhaimin ceramah di gereja (foto: Kompas)

Jakarta, LiputanIslam.com–Perayaan Natal 25 Desember 2014 berjalan dengan aman. Ada hal menarik dalam perayaan Natal, yaitu keterlibatan umat Muslim. Di Yogyakarta, ada KH Abdul Muhaimin memberikan ceramah di gereja. Di Bandung, 3000 Muslim menjaga gereja-gereja yang mengadakan misa Natal.

Perayaan Natal di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Samirono Baru, Desa Caturtunggal, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun ini diisi oleh ceramah dari Kiai Haji (KH) Abdul Muhaimin, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede, Yogyakarta.

Ibadat Natal di GKJ Samirono Baru dimulai pukul 8.00 dan diikuti sekitar 1.000 orang jemaat. Seusai prosesi keagamaan selesai sekitar pukul 10.00, acara dilanjutkan dengan ceramah dari Kiai Muhaimin.

Seperti dilaporkan Kompas.com, saat ceramah dimulai, hampir semua jemaat GKJ Samirono Baru tak beranjak dari tempat duduknya. Mereka menyimak ceramah dengan khusyuk dan sesekali tertawa karena sang kiai kerap melontarkan guyonan.

Dalam ceramahnya, Kiai Muhaimin menguraikan pentingnya kerukuranan antar-umat beragama. Menurut Ketua Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) itu, perbedaan agama tidak boleh membuat manusia saling membenci.

“Kita harus memandang semua manusia sebagai ciptaan Tuhan dan kita harus saling menghormati dan bekerja sama tanpa harus mengurangi keimanan masing-masing,” kata dia.

Oleh karena itu, Kiai Muhaimin meminta masyarakat tidak takut bergaul dan berdialog dengan pemeluk agama lainnya. Sebab, dialog dengan pemeluk agama lain justru bisa memperkaya pengetahuan seseorang.

Kiai Muhaimin sejak lama dikenal sebagai tokoh kerukunan umat beragama di Indonesia. Pada 1997, bersama puluhan pemuka agama lain, dia mendirikan FPUB sebagai forum dialog untuk menjalin kerukunan antar-umat beragama.

Pendirian FPUB dilatarbelakangi adanya kekerasan yang mengatasnamakan agama. Sejak aktif di FPUB, Kiai Muhaimin kerap diundang untuk berceramah di gereja, termasuk saat perayaan Natal.

Banser dan FPI Menjaga Gereja

Di Bandung, Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Mochammad Iriawan mengatakan, tak kurang dari 4.325 gereja dinyatakan aman setelah dilakukan penyisiran dan sterilisasi pada malam Natal. Beberapa ormas Islam ikut berpartisipasi menjaga gereja.

“Terobosan barunya, ormas Islam ikut menjaga di dua tempat, dilakukan baik itu oleh Banser Ansor dan FPI. Hampir 3.000-an umat Islam menjaga gereja-gereja di Jawa Barat,” kata Iriawan di Bandung, Kamis (25/12/2014).

Banser Ansor juga diberitakan mengerahkan personilnya untuk mengamankan gereja di Jawa Timur. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL