Washington, LiputanIslam.com–Mantan pengacara pribadi Presiden AS Donald Trump, Michael Cohen, baru-baru ini membuat geger karena melontarkan serangkaian tuduhan besar kepada sang presiden.

Tuduhan tersebut disampaikan oleh Cohen lewat kesaksian dramatis di hadapan Kongres dalam sidang Komite DPR tentang pemeriksaan Pengawasan dan Reformasi di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat, Rabu kemarin (27/2).

Menurut laporan dari media setempat, Cohen Saat bersaksi kepada Komite Pengawasan DPR AS, Cohen mengklaim Trump “tahu dan mengarahkan” rencana pembangunan Menara Trump di Moskow. Padahal, Trump berkata di depan umum bahwa dia tidak punya urusan bisnis di Rusia.

“Pada saat bersamaan, saya secara aktif bernegosiasi di Rusia untuknya. Dia hanya menatap mata saya dan berkata tidak ada bisnis di Rusia, kemudian pergilah berbohong ke rakyat Amerika dengan mengatakan itu. Melalui caranya, dia menyuruh saya berbohong.”

“Dia ingin saya berbohong,” tambahnya.

Selain itu, Cohen bersaksi bahwa bekerja untuk Trump selama lebih dari satu dekade telah membuatnya ‘malu’.

Dia menyebut mantan kliennya itu sebagai orang yang rasis, penipu, dan pembohong. Trump, lanjutnya, memiliki kualitas yang baik dan buruk, tapi kualitasnya lebih condong ke buruk ketimbang baik.

“Sejak menjabat, dia telah menjadi lebih buruk dari biasanya,” tutur Cohen.

Terkait tuduhan ‘rasisme’, Cohen mengatakan kepada sejumlah anggota Kongres AS bahwa Trump pernah memintanya menyebutkan sebuah negara yang dipimpin orang berkulit hitam yang bukan ‘lubang kotoran’.

“Kejadian ini ketika Barack Obama masih menjadi presiden Amerika Serikat.”

“Ketika kami menumpang kendaraan melalui permukiman miskin di Chicago, dia berkata bahwa hanya orang kulit hitam yang bisa hidup seperti itu.

“Dan dia berkata kepada saya, orang kulit hitam tidak akan memilih dia karena mereka terlalu bodoh. Namun saya terus bekerja untuknya,” tukasnya. (ra/bbc/alinea.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*