foto:okezone.com

foto:okezone.com

Jakarta, LiputanIslam.com–Bus Transjakarta yang beroperasi di Ibu Kota seolah tak henti ditimpa petaka. Mulai dari sekedar mogok, patah hingga terbakar. Selama tahun 2014 saja, sudah ada 8 bus yang terbakar, yaitu:

1. Januari 2014
Awal tahun, tepatnya 24 Januari 2014 sebuah Bus Transjakarta terbakar. Bus koridor IV jurusan Pulogadung-Dukuh Atas itu terbakar di Jalan Raya Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Api diduga berawal dari panasnya mesin radiator. Kontak puluhan penumpang langsung berhamburan menyelamatkan diri.

2. Februari 2014
18 Februari bus gandeng Transjakarta jurusan Blok M -Kota mengeluarkan asap pekat dari bagian mesin belakang. Penumpang langsung berhamburan turun karena mengira bus akan meledak. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Hayam Wuruk.

3. Maret 2014
Memulai bulan Maret, tepatnya tanggal 1, dua unit bus Transjakarta terbakar di lokasi yang berbeda. Pagi hari bus transjakarta bernomor polisi B-7473-IX terbakar di depan RS Royal Taruma, Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat. Sore harinya bus gandeng Transjakarta nomor polisi B-7569-TGA terbakar di depan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

4. April 2014
Tanggal 8 April, sekira pukul 13.00 WIB, bus Transjakarta terbakar di wilayah Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Lokasi peristiwa kebakaran berada di depan markas polisi militer, Jalan Guntur, Pasar Rumput.

5. Mei 2014
Tanggal 10, sebuah bus Transjakarta bernomor polisi B-7041-IV mengeluarkan percikan api di bagian mesin belakang bus. Pada Sabtu pagi itu, asap hitam mengepul dari bagian mesin bus yang tengah berhenti di halte Pasar Rumput, Jakarta Selatan.

6. Juni 2014
Tepat tanggal 24, sebuah bus transjakarta jurusan Harmoni-PGC nyaris terbakar di dekat Halte Cawang-UKI. Insiden bermula ketika bus yang diduga tidak layak beroperasi itu, berangkat dari Halte Harmony menuju PGC. Beberapa menit jalan, bus dengan nomor JM 004 tiba-tiba berhenti. Kemudian bisa jalan kembali. Saat berada di depan kampus UKI bus berhenti dan mengeluarkan asap disertai bunyi gemeretak kaca. Sontak penumpang yang didominasi perempuan dan anak-anak itu langsung teriak histeris dan loncat keluar dari bus.

7. Juli 2014
Tanggal 9, bus transjakarta bernopol B 7044 IX, terbakar di Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, sore hari. Diduga kebakaran dipicu korsleting listrik pada bagian mesin. Kondektur bus mengalami luka bakar di bagian tangan saat mencoba memadamkan api.

8. Agustus 2014
28 Agustus pagi hari, bus Transjakarta jurusan Kota-Blok M terbakar di Halte Masjid Agung Kampus Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. 50 penumpang langsung berhamburan keluar. Diduga korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran.

Bus Yutong Dikandangkan

Bus yang terbakar kebakaran tanggal 28 Agustus itu buatan Tiongkok dan bermerek Yutong.  Sebanyak 30 bus Transjakarta merek Yutong diadakan dengan nilai kontrak sebesar Rp 113,856 miliar oleh PT Korindo Motor menjadi pemenang tender. Bus-bus tersebut buatan tahun 2013 dan mulai dioperasikan sejak 15 Januari 2014. Menyusul kebakaran di depan kampus Al Azhar, Pemda DKI Jakarta mengandangkan 29 unit bus merek Yutong lainnya. Bus-bus itu akan diperiksa kelayakannya sebelum dioperasikan lagi.

Tidak semua bus Transjakarta bermerek Yutong. Berdasarkan tender yang diadakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2013, ada lima perusahaan yang menang. Pertama, PT Korindo Motor mengadakan bus pabrikan Tiongkok Yutong dengan nilai kontrak Rp 113,856 miliar. Kedua, PT Ifani Dewi mengadakan bus pabrikan Tiongkok Ankai dengan nilai kontrak Rp 110,520 miliar. Ketiga, PT Saptaguna Dayaprima mengadakan bus pabrikan Tiongkok Ankai dengan nilai kontrak Rp 108,745 miliar. Keempat, PT Putriasi Utama Sari mengadakan bus pabrikan Tiongkok BCIbus dengan nilai kontrak Rp 40,536 miliar, dan yang kelima, PT Mobilindo Armada Cemerlang mengadakan bus pabrikan China Zhongthong Bus dengan nilai kontrak Rp 110,265 miliar.

Bus Transjakarta yang mengalami kecelakaan pun ada yang merupakan produk dalam negeri. Bus Transjakarta gandeng yang patah, di Jalan Raya Bekasi Timur, Jatinegara, Jakarta Timur pada Kamis (7/8/2014) bermerek Inobus, buatan PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA). Seperti diberitakan Kompas.com, sejauh ini ada 39 unit bus gandeng Inobus buatan PT INKA yang telah digunakan di koridor XI dan XII. Bus gandeng dibeli seharga Rp 4 miliar per unit. (dw)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL