New York, LiputanIslam.com—Majelis umum PBB pada Kamis (21/12/17) mengadakan pemungutan suara mengenai resolusi penolakan terhadap pengubahan status hukum kota Yerussalem dan pengakuan Presiden AS Donald Trump atas kota ini sebagai ibu kota Israel.

Dalam pemungutan suara ini, terdapat 7 negara kepulauan yang menolak resolusi tersebut dan berpihak kepada AS dan Israel.  Ketujuh negara ini merupakan negara miskin yang kemungkinan dipengaruhi oleh ancaman pencabutan bantuan dari AS.

Inilah daftarnya negara-negara tersebut:

  1. Guatemala
  2. Honduras
  3. Marshall Islands
  4. Micronesia
  5. Nauru
  6. Palau
  7. Togo

Menurut laporan dari kantor berita VOA, tiga negara Pasifik ini, yaitu Marshall Islands, Micronesia, dan Palau bergabung dengan United States in Compacts of Free Association. Di dalamnya, ketiga negara ini menerima jutaan dollar bantuan langsung dari pemerintah AS.

Pada tahun 2016, mereka mendapat lebih dari $214 juta bantuan dana, selain dari pemerintah AS sendiri, juga dari Federal Emergency Management Agency, National Weather Service dan U.S. Postal Service.

The Compacts of Free Association adalah asosiasi bilateral, di mana AS mengizinkan warga Marshall Islands, Micronesia, dan Palau masuk dan tinggal di seluruh 50 negara bagian di AS tanpa visa dan sebagai pendatang non-imigran legal. Mereka bisa tinggal, bekerja, dan belajar di AS tanpa batasan waktu.

Marshall Islands, Micronesia, dan Palau juga menggunakan dollar AS sebagai mata uang mereka.

AS menggunakan tanah dari ketiga negara pulau ini sebagai pusat pangkalan militer. Salah satunya, pusat ujicoba rudal Reagan yang berada Marshall Islands. Itu adalah salah satu bagian penting dalam sistem pertahanan militer bagi Amerika, yang juga pernah dipakai sebagai tempat ujicoba senjata nuklir pada tahun 1946 sampai 1958. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL