Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah tengah mempersiapkan ekspor perdanana buah naga ke China.

Dalam hal ini, pemerintah telah melakukan program percepatan secara sinergi, seperti pembangunan bangsal pasca panen, penyediaan sarana pasca panen, bimbingan teknis GAP dan GH, dan rehabilitasi bangunan packing house.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik mengatakan, ekspor perdana buah naga ke China ini menjadi awal bangkitnya perekonomian masyarakat petani.

“Ekspor perdana direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Hal ini menjadi awal dari bangkitnya perekonomian masyarakat petani, khususnya bagi para petani buah naga,” kata dia.

Baca: Ekspor Sawit RI Naik 2,96 Juta pada Maret 2019

Yasid menyampaikan, Ditjen Hortikultura segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan pada kebun registrasi, khususnya pelaksanaan program pengendalian OPT, pengelolaan kebun dan sanitasinya.

“Termasuk menyiapkan penjadwalan dan pencatatan hasil kegiatan monitoring dan pengendalian OPT di kebun registrasi buah naga,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 24,58 hektare kebun buah naga yang sudah teregistrasi dan masih 200 hektare lagi yang siap untuk diregistrasi.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo mengungkapkan, Provinsi Jawa Timur khususnya Kabupaten Banyuwangi siap untuk launching ekspor perdana komoditas buah naga ke China karena potensi Banyuwangi yang sangat besar.

Berdasarkan Laporan Statistik Produksi Hortikultura di Kabupaten Banyuwangi, jumlah pertanaman buah naga sampai triwulan II pada 2019 sebanyak 1.884.904 pohon dengan luas panen 188,4 hektare dan produksi 4.385,5 ton. (sh/republika/swadayaonline)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*