minyak iranJakarta, LiputanIslam.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menandatangani kerjasama dengan Kadin Iran untuk membangun kilang minyak senilai $3 miliar.

“Pada 2015, kami mulai ground breaking kilang dan diperkirakan 2018 sudah bisa beroperasi. Lokasi kilangnya antara di Banten atau Jawa Barat. Nilai investasi mencapai $3 miliar,” kata Wakil Ketua Komite Timur Tengah dan Negara-negara Islam Kadin Indonesia, Rudi Radjab, kepada pers usai penandatanganan kerjasama di Jakarta, Selasa (11/2).

Dalam kerjasama tersebut Iran akan mengekspor minyak mentahnya ke Indonesia melalui perusahaan eksportir Iran, Nakhle Barani Pardis, kepada perusahaan importir nasional PT Kreasindo Resource Indonesia, dengan jumlah 20.000 barrel hingga 300.000 barrel per-hari.

“Minyak yang diekspor jenis minyak berat,” ujar Rudi yang juga Presiden Direktur Kreasindo Resource Indonesia.

Selanjutnya minyak mentah itu akan diolah Kreasindo melalui kilang minyak yang segera dibangun bersama kedua perusahaan. Dengan adanya perjanjian tersebut, Indonesia dapat mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar minyak secara mandiri. Dengan demikian, diharapkan ketergantungan Indonesia pada impor BBM akan berkurang.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerja sama itu dilakukan Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto bersama dengan Ketua Iran Chamber of Commerce Industries and Mines (ICCIMA) Gholam Hossein.

Sementara itu Kepala BKPM Mahendra Siregar, mengatakan, “Dunia internasional membutuhkan Iran yang kuat, Iran yang tumbuh dan Iran yang maju ekonominya.”

Ia menambahkan bahwa Indonesia tengah berusaha untuk mendapatkan “peluang emas” di masa depan dan Pertamina juga siap untuk menanamkan investasinya di Iran.

Produksi minyak Indonesia yang sekitar 1 juta barrel per-hari hanya memenuhi 2/3 kebutuhan minyak nasional. Pada tahun 2012 total nilai perdagangan Indonesia-Iran mencapai $1,26 miliar atau 5 kali lebih besar dibandingkan nilai tahun 2002.

Bulan lalu, lembaga penelitian minyak Iran, Research Institute of Petroleum Industry (RIPI) mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Indonesia mengenai upaya eksplorasi cadangan-cadangan minyak Indonesia yang belum termanfaatkan.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungannya sejumlah anggota parlemen Indonesia ke Iran beberapa waktu lalu yang salah satunya adalah meminta dukungan Iran untuk eksplorasi cadangan minyak Indonesia.

Indonesia adalah anggota negara-negara eksportir minyak (OPEC) sebagaimana Iran. Namun pada tahun 2009 Indonesia keluar dari OPEC setelah produksi minyaknya mengalami kemerosotan dan statusnya berubah menjadi importir minyak.(ca/press tv/metrotvnews.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL