New Delhi, LiputanIslam.com–Polisi India mengirim tujuh pengungsi Muslim Rohingya ke perbatasan untuk dideportasi, sebuah langkah yang dikecam oleh pejabat HAM PBB.

Polisi senior India Bhaskar Jyoti Mahanta mengonfirmasikan pada Rabu (3/10/18) bahwa tujuh pria yang ditahan sejak tahun 2012 karena illegal entry. Mereka akan dideportasi pada hari ini (4/10/18).

Para pengungsi Rohingya melarikan diri dari Myanmar akibat dari kejahatan massal yang mereka hadapi sejak 2012. Banyak dari mereka tewas, dan puluhan ribu terusir ke titik-titik pengungsian dengan kondisi mengenaskan.

PBB bahkan menyebut masalah ini sebagai ‘contoh kasus pembunuhan etnis di buku pelajaran’. Komunitas Rohingya juga disebut sebagai “kelompok minoritas paling teraniaya di dunia.”

Mengenai keputusan India mendeportasi 7 pria Rohingya, seorang pejabat HAM PBB menyebut keputusan itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

“Pemerintah India memiliki kewajiban internasional untuk mengakui secara penuh praktik diskriminasi, persekusi, kebencian, dan pelanggaran HAM serius yang dihadapi orang-orang ini di negara asal mereka… [India wajib] menyediakan perlindungan yang dibutuhkan,” kata pelapor spesial PBB khusus masalah rasisme, Tendayi Achiume, dalam sebuah pernyataan terbuka.

Achiume mengaku ia tercengang mendengar lama waktu warga Rohingya ini ditahan pemerintah India.

Menurut PBB, terdapat sekitar 200 warga Rohingya yang dipenjara di India atas kasus illegal entry.

Keputusan deportasi merupakan perintah dari PM Narendra Modi yang menyebut komunitas Rohingya berbahaya bagi keamanan negara. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*