Sumber: independensi.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebutkan, Indonesia memiliki banyak tantangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020.

Indef menerangkan, ada tiga tantangan yang menahan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertama, persoalan defisit neraca transaksi berjalan. Kedua, menurunnya laju ekspor dan investasi dengan peringkat kemudahan berusaha yang stagnan. Ketiga, mengalirnya dana jangka pendek atau hot money ke negara berkembang.

Baca: BI: Kondisi Ekonomi Global Semakin Tak Menentu

Indef mengungkapkan, Indonesia memang belum menghadapi resesi atau depresi. Akan tetapi, gejala menuju resesi semakin terlihat jelas.

Menurut Indef, ancaman resesi datang dari efek keberlanjutan dari sektor perdagangan ketimbang sektor finansial. Hal ini terlihat dari dampak perang dagang antara AS dan China yang semakin luas.

“Tidak hanya dua negara yang berseteru, perang dagang AS-China juga mendorong perang dagang di negara-negara lainnya hingga perubahan pola perdagangan menjadi protektif,” ujar Indef.

Sementara itu, Ekonom DBS Indonesia Maysita Crystallin menilai, struktur perekonomian Indonesia masih cukup resisten terhadap situasi global. Dia masih optimis ekonomi Indonesia pada 2020 akan tumbuh di angka 5 persen.

“Perkiraan kami sekitar 5 persen hingga 5,1 persen. Pertumbuhan ekonomi masih terjaga karena struktur ekonomi Indonesia yang mayoritas terdiri atas konsumsi domestik,” kata dia.

Akan tetapi, menurutnya, pemerintah harus melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi ke depan. Salah satunya adalah dengan memperbaiki industri di sektor-sektor manufaktur dan infrastruktur. Sebab, sektor tersebut akan berkontribusi besar terhadap perekonomian dalam negeri. (sh/cnnindonesia/bisnis)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*