Sumber: nusantaranews.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengatakan jika tidak ada penambahan kuota impor garam dalam satu bulan ke depan, beberapa perusahaan akan menyetop produksi.

Saat ini, industri makanan dan minuman (mamin) kekurangan pasokan garam untuk kebutuhan produksi. Sebab, pasokan garam industri impor sebanyak 300 ribu ton sudah terpakai. Sedangkan pemerintah berencana tidak akan menambah kuota impor garam pada tahun ini.

Baca: Menteri Susi: Banyak Impor, Jadi Harga Garam Anjlok

“(Kalau dalam waktu sebulan tidak masuk impor) pasti ada operasional yang terganggu atau berhenti (produksi),” kata Wakil Ketua Umum GAPMMI Rahmat Hidayat, Selasa (25/9).

Rahmat menyampaikan, jika pemerintah tidak memberikan penambahan kuota impor, maka pemerintah harus memproduksi garam yang sesuai untuk kebutuhan industri. Sedangkan, hal ini membutuhka waktu yang lama.

“Kalau tidak bisa impor harus cari dalam negeri, pertanyaannya apakah ada kan tidak ada. Mungkin buat tapi ini kan masuk musim hujan jadi susah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Fridy Juwono menuturkan, meskipun industri mamin kekurangan garam, pemerintah tidak akan menambah kuota impor garam.

Dalam hal ini, dia meminta agar manufaktur sektor klor alkali (chlor alcali plant/CAP) tidak memaksimalkan proses produksinya agar garam yang dipakai dapat digunakan oleh industri mamin.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan mendorong penggunaan garam lokal pada industri mamin yang dapat menjaga kualitas produk dengan kadar garam di level 94 persen. (sh/ekonomi.bisnis/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*