Sumber: antaranews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Putra Presiden ke-3 BJ Habibie, Ilham Habibie mengatakan bahwa hoaks dan ujaran kebencian adalah tantangan tersendiri dalam era media sosial (medsos). Dibutuhkan sikap yang bijak dan arif bagi semua kalangan ketika mendapatkan suatu informasi di media sosial.

Demikian hal itu disampaikan Ilham usai menerima kunjungan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menyerahkan gelar kehormatan Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia kepada almarhum BJ Habibie di Jakarta pada Senin (16/9).

“Tantangan kita sekarang lebih ke medsos. Kalau kita menerapkan prinsip yang sama (dengan pers), akhirnya sebetulnya kembali kepada pembaca,” ucapnya.

Menurut Ilham, pembaca dan pengguna medsos harus lebih jeli dalam mengkurasi, mencerna, dan memahami setiap informasi yang didapatkan dari medsos. Ilham juga kurang setuju jika dilakukan pelarangan terhadap medsos.

“Kalau kita melarang orang menyatakan pendapatnya, saya kira itu juga akan tidak memaksimalkan informasi berkualitas yang bisa kita pilih sebagai konsumen,” katanya.

Baca: 550 URL Penyebar Hoaks Papua Berasal dari 20 Negara

Namun begitu, ia berharap pembuat dan peneyebar hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. “Saya kira, kalau orang menghasut pada umumnya, di manapun saja, apa saja, baik dalam bentuk tertulis atau lisan, saya pikir ada konsekuensi hukumnya,” tandasnya. (aw/antara/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*