Sumber: IDN Times

Jakarta, LiputanIslam.com — Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Talullembang di Jakarta, Kamis (7/11) dalam keterangan tertulis menyatakan, pembangunan dan modernisasi kilang nasional akan menjadi simpul-simpul pertumbuhan ekonomi baru.

“Pembangunan kilang akan menjadi simpul-simpul pertumbuhan ekonomi baru, karena sudah menjadi hukum ekonomi, di mana ada sumber energi di situ industri tumbuh,” kata Ignatius.

Pembangunan kilang, lanjut Ignatius, juga akan membuka lapangan pekerjaan yang besar. Tercatat lapangan kerja akan tercipta untuk 172 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung, sejak pekerjaan proyek sampai operasional berjalannya kilang.

“Dengan terbukanya lapangan pekerjaan masyarakat akan mendapatkan sumber penghasilan sehingga daya beli meningkat yang pada gilirannya akan mendorong kehidupan masyarakat yang sejahtera,” ucap Ignatius.

Dari sisi pendapatan negara, terang Ignatius, pembangunan kilang juga akan memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara. Cadangan devisa akan meningkat hingga 12 miliar dollar AS per tahun dan penerimaan pajak yang diprediksi mencapai 109 miliar dollar AS.

“Selama ini Pertamina tercatat sebagai kontributor tertinggi bagi keuangan negara melalui pajak, dividen dan signature bonus serta pemasukan lainnya. Inilah salah satu dedikasi Pertamina sebagai perusahaan negara dalam mendukung keuangan negara yang sehat,” kata Ignatius.

Selain itu, pembangunan dan modernisasi kilang nasional akan menggairahkan industri dalam negeri yang sejalan dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 35 persen.

Baca juga: Indonesia Masih Sulit Hentikan Impor Garam

Inilah peluang bagi industri dalam negeri untuk bermitra dan bersinergi dengan Pertamina, bersama-sama menyukseskan megaproyek pembangunan dan pengembangan kilang.

Sebelumnya, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia, perusahaan patungan antara PT Pertamina (Persero) dan Rosneft PJSC, telah menandatangani kontrak desain dengan Spanish Tecnicas Reunidas SA untuk melaksanakan basic engineering design (BED) dan front-end engineering design (FEED) proyek kilang minyak dan petrokimia di Tuban, Jawa Timur.

PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia dibentuk pada Oktober 2016 dengan kepemilikan saham Pertamina sebanyak 55 persen dan Rosneft sebesar 45 persen sisanya. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*