foto: viva

foto: viva

Nusa Dua, LiputanIslam.com — Aburizal Bakrie (ARB) akhirnya terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Munas di Nusa Dua, Bali. Kemenangan ini diperoleh secara aklamasi, karena tidak ada calon ketua umum yang bersaing dengannya.

“Dalam pimpinan saya nanti 70 persen akan diisi oleh anak muda,” janjinya.

“Saya sudah tua. Saya dan bapak Akbar Tanjung akan mencetak kader-kader yang militan, dan pemimpin nasional,” terang pria yang biasa dipanggil Ical ini. (Baca juga: Munas Golkar Putuskan Tolak Perpu Pilkada)

Seperti diketahui, satu per satu saingan Ical memperebutkan kursi ketua umum Partai Golkar mengundurkan diri. Sementara kandidat lainnya dipecat Munas Golkar karena dianggap telah menyalahi aturan Anggaran Dasar/Rumah Tangga (AD/RT) partai.

Dari laporan republika.co.id, 4 Desember 2014, sebanyak 15 kader Golkar dipecat karena dinilai melanggar AD/RT, yaitu;

1. Ace Hasan Syadzily

2. Lamhot Sinaga

3. Melchias Markus Mekeng

4. Andi Sinulingga

5. Djasri Marin

6. Laurens Siburian

7. Zainuddin Amali

8. Juslin Nasutio

9. Leo Nababan

10. Agung Laksono

11. Priyo Budi Santoso

12. Yorrys Raweyai

13. Ibnu Munzier

14. Ricky Rahmadi

15. Agun Gunandjar

“Nama-nama tersebut diberhentikan dari kepengurusan dan keanggotaan Partai Golkar,” kata Sekretaris Pimpinan Sidang Paripurna Munas Partai Golkar, Ulla Nuchrawati.

Selain ke 15 orang tersebut ada dua kader lagi yang dipecat yaitu Agus Gumiwang dan Nusron Wahid. Dengan demikian total kader yang dipecat melalui keputusan Munas IX berjumlah 17 orang.

Agung Laksono cs Siapkan Munas Tandingan

Meski seluruh anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar telah dipecat dalam Munas di Bali, namun para anggota presidium yang menganggap Munas Bali ilegal tetap mempersiapkan Munas tandingan.

“Persiapan Munas jalan terus, kita optimis bisa terselenggara,” kata Ketua Presidium Penyelamat Partai Golkar Agung Laksono, seperti dilansir detikcom, Rabu, 3 Desember 2014.

Agung tak peduli dengan keputusan Munas yang memecat seluruh anggota presidium dari partai beringin. Bagi presidium penyelamat Golkar, semua keputusan Munas Bali tidak sah.

“Sebelum mecat kan sudah kita pecat duluan. Sudah kita laporkan ke Kemenkum HAM tinggal kita lengkapi buktinya, jadi nggak berhak dia mecat-memecat,” kata Agung.

Agung tidak menjelaskan kapan Munas tandingan digelar. Namun ia mengungkapkan, acara tersebut akan diselenggarakan di Jakarta. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL