LiputanIslam.com—Kelompok Houthi Yaman kemarin mengumumkan bahwa mereka telah mengambil kendali atas sejumlah situs di dalam wilayah Saudi.

Portal berita pro-Houthi, SABA, melaporkan bahwa “pasukan militer dan komite populer kelompok itu menangkis beberapa upaya oleh penduduk setempat dan pasukan Saudi untuk memulihkan situs yang disita di wilayah Jizan, Najran dan Asir.”

Salah satu sumber militer Saudi mengatakan bahwa perebutan provinsi Najran sebelah utara di Arab Saudi terjadi saat Houthi melancarkan serangannya dan menyebabkan tewas dan terlukanya tentara Saudi.

Kelompok ini sebelumnya menerbitkan rekaman di media sosial terkait serangan mereka yang menembaki kendaraan Saudi.

Pada hari Sabtu (16/2), pasukan Saudi mengatakan sembilan prajurit mereka tewas dalam pertempuran dengan Houthi di sepanjang perbatasan Yaman-Saudi. Selama pertempuran, Houthi dilaporkan telah merusak buldoser militer Saudi dan menghancurkan kendaraan yang sarat dengan tentara di dekat Najran.

Perbatasan sebelah selatan kerajaan Saudi merupakan saksi konfrontasi antara pasukan Saudi dan Houthi. Tetapi akhir-akhir ini pertempuran antara kedua kubu semakin meningkat.

Houthis mengatakan bahwa serangan terbaru terjadi sebagai tanggapan terhadap eskalasi baru-baru ini yang dilakukan oleh koalisi yang dipimpin Saudi terhadap sejumlah situs yang dikontrol kelompoknya.

Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman pada bulan Maret 2015 setelah mantan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, Yaman,  meminta bantuan kerajaan untuk menetralisir ancaman yang diajukan oleh Houthi yang telah mengambil alih kendali ibukota negara itu, Sana’a. Tiga tahun kemudian, Yaman telah menyaksikan 10.000 kematian menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa dan warga sipil tetap terperangkap di tengah baku tembak, dengan berkurangnya pasokan fasilitas dasar, dan kurangnya akses ke air, sanitasi, dan makanan yang cukup.(fd/memo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*