Sumber: nu.or.id

Brebes, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar mengingatkan umat Islam khususnya bangsa Indonesia akan bahayanya informasi bohong atau hoaks dan fitnah. Bahkan umat Islam pada zaman Rasulullah Saw mengalami kekalahan di dalam peperangan menegakkan agama Allah karena hoaks dan fitnah.

Demikian hal itu disampaikan Kiai Miftah pada acara Haul ke-8 KH Masruri Mughni di Masjid An-Nur, komplek Pesantren Al-Hikmah 2, Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah (Jateng), seperti dilansir NU Online pada Selasa (3/9).

Peristiwa kekalahan umat Islam karena hoaks terjadi pada saat umat Islam hijrah pertama ke Habasyah. Orang-orang kafir menyebarkan hoaks yang mengatakan bahwa semua orang kafir Makkah sudah masuk Islam. “Akhirnya mereka kembali lagi ke Makkah. Ternyata, ketika mereka benar-benar sampai di Makkah, umat muslim ditangkap dan dianiaya,” terangnya.

Begitu juga ketika terjadi perang Uhud. Orang-orang kafir menyebarkan berita bohong yang menyebutkan bahwa Rasulullah gugur, sehingga pasukan kaum muslim jatuh mentalnya dan manjdi lemah. Padahal yang gugur pada saat itu ialah sahabat Nabi yang bernama Mush’ab bin Umair.

“Atas infomasi sesat ini menjadikan salah satu faktor pasukan muslim terbunuh sangat banyak, termasuk di antaranya adalah paman Rasulullah  sendiri yang bernama Hamzah,” terangnya.

Baca: Atalia Kamil Minta Masyarakat Jabar Waspadai Hoaks

Bahkan hoaks itu, lanjut Kiai Miftah, pernah juga menimpa istri Nabi yang bernama Aisyah. Oleh karena itu, Kiai Miftah meminta segenap masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Ada berita jelek dari pemimpin ini, langsung disebarkan. Kalau ada berita, isu yang tidak jelas, tabayyun dulu. Harus ada tabayyun (klarifikasi). Ini senjata yang ampuh, maka kemenangan dan kenikmatan akan kita raih,” ungkapnya. (aw/NU/suaramerdeka).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*