hillaryOhio, LiputanIslam.com—Apa yang akan terjadi jika Hillary Clinton menang dalam pemilihan presiden AS November mendatang? Dalam kampanyenya setahun lalu di kampus Dartmouth, Hillary menyatakan akan menyerang Iran.

Menurut Hillary, Iran adalah ancaman besar untuk Israel, dan berharap bisa segera menutup program nuklir yang sedang dilakukan  negara tersebut.

Intelijen AS dan Israel sudah menyatakan program nuklir Iran tidak mempunyai komponen militer. Namun masih banyak yang menuduh sebaliknya.

“Tetapi bahkan jika kita berhasil menutup program tersebut, kita masih punya masalah besar. Iran adalah sponsor teroris dunia. Mereka punya tentara seperti Hezbollah yang menabur perselisihan dan melakukan penyerangan untuk mengobrak-abrik pemerintah. Mereka melakukan kontrol dari sejumlah negara dan membuat ancaman yang berbahaya bagi Israel,” kata Hillary.

Saat ia berkampanye sebagai calon presiden pada tahun 2008, Hillary di depan konvensi tahunan AIPAC (organisasi lobby Yahudi terbesar di AS) mengatakan, “AS akan berdiri bersama Israel untuk selamanya.”

“Kami (AS dan Israel) mempunyai kepentingan bersama dan nilai-nilai yang sama. Saya punya komitmen untu mendukung keamanan Israel,” kata Hillary.

“Kita sedang berperang melawan ekstrimis Islam. Saya mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri, dan percaya America harus membantu pertahanan itu,” lanjut Hillary.

Lebih jauh ia mengatakan, “Saya setuju menyebut tentara revolusi Iran sebagai organisasi teroris. Kita harus kuat dan pintar untuk menuntaskan masalah ini sebelum terlambat. Saya ingin Iran tahu, jika saya menjadi presiden, saya akan menyerang negara itu. 10 tahun lagi, ketika mereka dengan bodoh meluncurkan senjata ke Israel, kami benar-benar akan menghancurkan mereka.”

Sebagian pengamat menyebut Hillary Clinton sebagai ‘warmongering’ atau penghasut perang dan mengkhawatirkan bahwa AS akan semakin banyak terlibat dalam perang di berbagai negara bila Hillary menjadi presiden. Hilalry selama ini memiliki rekam jejak mendukung produksi persenjataan militer seperti bom kluster, bom beracun, dan senjata nuklir. Diajuga satu dari 6 senator partai Demokrat yang menentang pencekalan penyebaran sistem pertahanan misil yang belum teruji. (ra/globalresearch)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL