Tel Aviv, LiputanIslam.com–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan kunjungannya ke kantor Majelis Umum PBB di New York di setelah kegagalannya meraup suara yang memuaskan di pemilu pada hari Selasa (17/9) kemarin.

Keputusan itu diumumkan pada hari Rabu setelah Partai Likud Netanyahu dan aliansi Biru dan Putih dari mantan kepala militer Benny Gantz gagal mengamankan mayoritas kursi parlemen yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Dengan lebih dari 92 persen suara terekam, Partai Likud dan Partai Biru dan Putih masing-masing mendapatkan 31 dan 32 kursi parlemen.

Kedua pihak mengatakan mereka sudah memulai negosiasi untuk membentuk koalisi sementara sembari menunggu hasil resmi.

Pemilu kemarin merupakan pemilu kedua Israel dalam lima bulan terakhir. Netanyahu sendiri yang meminta diadakannya pemilu cepat itu setelah ia gagal memenangkan mayoritas pada bulan April.

Sekutu dekat Presiden AS Donald Trump itu pada awalnya dijadwalkan akan berpidato di Majelis Umum PBB pada tanggal 26 September sebagai pembicara ke-12, hanya tiga slot setelah pidato dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Menurut media Israel, ketidakhadirannya akan digantikan oleh Menteri Luar Negeri Israel, Katz.

Selama sepuluh tahun terakhir, Netanyahu telah memberikan sembilan pidato di acara pertemuan tahunan PBB. Isinya kebanyakan berfokus pada isu Iran, seperti pada tahun 2012 ketika ia menunjukkan video kartun sebuah bom untuk menggambarkan Republik Islam itu sebagai ancaman. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*