Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga ayam hidup di tingkat peternak kembali jatuh dan jauh dari Harga Pokok Produksi (HPP).  Para peternak menggelar aksi unjuk rasa menuntut stabilitas harga ayam.

“Kami Peternak rakyat mandiri akan melakukan Aksi Demonstrasi Damai untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi kepada pemerintah dan pihak terkait untuk Menuntut Kestabilan Harga Ayam Hidup dan Penegakan Regulasi,” kata Perwakilan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Parjuni, di Jakarta, Kamis (26/9).

Baca: Harga Anjlok Peternak Ayam Rugi Rp 2 Triliun

Parjuni mengatakan, pada tahun ini harga ayam peternak sudah dua kali anjlok di harga level Rp 5.000 per kg di Jawa Tengah dan Rp 8.000 di Jawa Barat. Harga tersebut jauh di bawah HPP peternak.

“Harga ini tentunya sangat amat jauh dari HPP (harga pokok produksi) peternak di level Rp 18 ribu-Rp 18.500 per kg. Kami minta regulasi yang menjaga stabilitas harganya ini diatur,” ujarnya.

Dia mengatakan, respon pemerintah dalam mengatasi anjloknya harga ayam tidak tegas. Sebab, peternak harus melakukan unjuk rasa terlebih dahulu, bau harga ayam bisa mengalami kenaikan.

Dia menyebutkan, pasca demo di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 5 September 2019, harga ayam mulai membaik. Akan tetapi, pergerakan harga kembali dalam tren menurun pada hari ke tujuh. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan harga hanya bersifat artifisial.

“Di luar perbaikan harga yang artifisial ini juga perlu diapresiasi memang, karena paling tidak kerugian yang dialami peternak mandiri bisa terkoreksi walau hanya sepekan,” terangnya. (sh/republika/liputan6)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*