Sumber: Presstv

Manama,LiputanIslam.com—Jubir gerakan perlawanan Islam, Hamas, mengatakan Palestina tidak akan membiarkan siapa pun memperdagangkan perjuangan mereka pada konferensi yang dipimpin AS di Bahrain bulan depan untuk mendukung proposal perdamaian Presiden AS, Donald Trump, atau yang lebih dikenal dengan ‘Deal of the Century’.

“Desakan untuk mengatakan konferensi di Bahrain, meskipun tak mendapatkan restu dari Palestina, telah melanggar keputusan yang diambil pada saat Konferensi Timur Tengah (KTT) di Tunis. Selain itu, konferensi ini merupakan salah satu upaya untuk memaksakan visi Amerika tentang bangsa Palestina,” ucap Sami Abu Zuhri, melalui akun twitter resminya pada Selasa lalu (21/5).

Sebelumnya, Gerekan Pembebasan Palestina menggambarkan konferensi 25-26 Juni mendatang di Manama sebagai serangan serius terhadap masalah Palestina, menyerukan pejabat Bahrain untuk mencabut “keputusan berbahaya” tersebut.

Baca: Palestina Tolak Hadiri Konferensi Rancangan AS di Bahrain

Ia juga mendesak pemerintah Bahrain serta lembaga-lembaga negara dan badan eksekutif untuk bertindak secara efektif untuk menekan pihak berwenang agar keputusan tersebut dibatalkan.

Pada hari Senin, Hamas meminta negara-negara Arab tidak menerima undangan untuk berpartisipasi dalam konferensi Bahrain mendatang yang dijadwalkan akhir Juni, dengan mengatakan, “Ini adalah awal dari Deal of the Century”

“Kami menyeru negara-negara Arab agar tidak menanggapi undangan untuk berpartisipasi dalam konferensi di Bahrain, dan mendukung negara Palestina dengan segala cara…..,” kata gerakan itu dalam sebuah pernyataan.

Otoritas Palestina telah menolak rencana perdamaian ala Trump yang disebut dengan Deal of the Century. Palestina mengklaim rencana tersebut terlalu memihak Israel dan menghapus hak-hak rakyat Palestina. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*