hamas indoJakarta, LiputanIslam.com — Tujuh orang perwakilan Hamas berkunjung ke Indonesia, menyatakan keinginannya untuk membuka kantor perwakilan Hamas di Indonesia. Rombongan yang dipimpin Abu Umar Muhammad ini, diterima oleh Ketua DPR Setya Novanto, dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Dari laporan republika.co.id, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut,  Abu Umar menyampaikan perjuangan Hamas, kondisi di Gaza dan Yarussalem saat ini, serta permintaan dukungan politik pada Palestina. Selain itu, Abu Umar juga mengundang pimpinan DPR untuk kembali mengunjungi Palestina. Hal itu sebagaimana kunjungan Ketua DPR periode yang lalu, Marzuki Ali, ke Gaza.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, di samping kami sampaikan salam dari rakyat Palestina dan pemimpin Hamas, kami mengundang bapak untuk berkunjung ke Gaza, seperti yang telah dilakukan ketua DPR yang lalu,” kata Abu Umar, Jum’at, 29 November 2014.

Ia mengatakan, bangsa Palestina akan bangga sekali melihat para pemimpin Indonesia dapat berkunjung ke Gaza. Apalagi, karena Indonesia mewakili umat Islam terbesar di dunia.

“Bahkan kalau dijumlahkan dengan Negara Arab, Indonesia masih lebih besar. Dan tentu ini mempunyai makna luar biasa bagi bangsa Palestina,” kata Abu Umar.

DPR: Siap Dukung Hamas

Menanggapi permintaan Hamas untuk membuka cabang di Indonesia, Setya Novanto mengatakan, DPR mendukung hal itu jika pemerintah telah mendukung.

“Kalau pemerintah sudah mendukung dan DPR dukung, ini sangat memudahkan rencana pembuatan kantor di Jakarta. Saya sekali lagi  terima kasih, dan mendo’akan semoga delegasi Hamas ini bisa selesaikan dengan cepat dan kami mendukung,” kata Setya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Fahri Hamzah. Ia mengatakan sampai kapan pun Indonesia akan bersama-sama Palestina. Hal itu menurutnya, sebagaimana disebutkan dalam pembukaan UUD 1945. Di mana, tertulis bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Menurut dia, hal itu adalah komitmen founding fathers bangsa Indonesia.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Kan Sudah Ada Kedubes Palestina?

Berbeda dengan pernyataan Ketua dan Wakil Ketua DPR, Menko Polhukam menyatakan belum ada permintaan yang ia terima. Meski demikian, menurut dia, di Indonesia telah ada Duta Besar Palestina, sehingga, perwakilan Hamas di Indonesia tidak diperlukan.

“Lha kan kita sudah ada perwakilan Palestina di sini. Saya nggak tahu kan, nanti kalau ada perwakilan macam-macam di sini ndak karuan juga kan. Palestina sudah di sini, kenapa nggak Palestina saja,” tuturnya, seperti dilansir detik.com.

Seperti diketahui, gerakan perlawanan Hamas pernah membuka Kantor Biro Politik Hamas di Suriah, dan beroperasi belasan tahun. Namun pasca pecahnya konflik Suriah, Hamas mendukung pasukan pemberontak Free Syrian Army (FSA) karena memiliki ideologi yang sama, Ikhwanul Muslimin.

Hamas kemudian meninggalkan Suriah, dan berkantor di Doha, Qatar. Tindakannya tersebut dikecam oleh Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Dalam pidatonya  Assad menyebut, Hamas telah memperlakukan Suriah layaknya sebuah hotel. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL