Jokowi di Beijing

Jokowi di Beijing

Jakarta, LiputanIslam.com –Presiden Joko Widodo, melakukan lawatan pertamanya ke luar negeri, dengan mengunjungi Tiongkok, untuk menghadiri KTT APEC. Kedatangannya, disambut hangat oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Jokowi tiba di Great Hall of People, yang terletak di utara kawasan Tianamen, Beijing, Tiongkok, pada hari Minggu sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping berlangsung cukup singkat, tak lebih dari 30 menit. Keduanya sempat berdialog soal hubungan Indonesia dan Tiongkok.

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno Marsudi, Mendag Rachmat Gobel, Seskab Andi Widjajanto. Ada juga Rizal Sukma dari CSIS serta Wakil Ketua DPD GKR Hemas.

Tiga Agenda Jokowi

Dari laporan Kompas, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene mengatakan, selain bertemu dengan sejumlah pemimpin negara, presiden juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pelaku bisnis.

Michael Tene menjelaskan bahwa ada tiga agenda yang dibawa Jokowi dalam KTT APEC. Pertama, terkait terbentuknya suatu masterplan konektivitas, atau keterhubungan, antara negara-negara APEC.

Kedua, presiden akan membawa isu maritim. Jadi dalam kerja sama APEC, Indonesia mendorong agar kelautan menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan berbagai kerja sama di berbagai bidang,” jelasnya

“Ketiga, tentang pengembangan produk, terutama yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, khususnya produk-produk yang menjadi kepentingan Indonesia,” lanjut Tene.

Diplomasi Batik

Berangkat ke Tiongkok, Jokowi mengenakan batik. Ia tidak memakai setelan jas seperti lazimnya beberapa presiden sebelumnya. Ibu Negara Iriana, juga menggunakan kebaya yang ditutupi kain batik cokelat.

Tak hanya Jokowi, seluruh rombongan yang ikut serta dalam perjalanan pun memakai batik. Termasuk para anggota Paspampres dan staf, hingga wartawan.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang juga mengenakan batik, menyatakan bahwa penggunaan batik ini memang misi Jokowi untuk mengenalkan batik di luar negeri.

“Masa kalah sama mendiang Nelson Mandela yang ke mana-mana pakai batik,” ucap Sofyan, seperti dilansir Detik.com.

Rombongan Ramping

Standar protokoler untuk rombongan kenegaraan acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), berjumlah 120 orang. Namun demi alasan penghematan, Jokowi hanya membawa 51 orang saja. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyatakann, meski rombongan ramping, namun acara akan diusahakan tetap berjalan normal.

“Standarnya kelas KTT 120 orang. Itu standar protokoler, tanpa wartawan,” kata Andi.

Setelah berdiskusi panjang, akhirnya hanya 51 orang saja yang diikutkan dalam delegasi. Itu terdiri dari empat menteri, staf protokoler, Paspampres dan wartawan. Sejumlah pos yang biasanya diajak, kini tidak. Atau ada beberapa staf di bidangnya yang dikurangi.

“Misalnya dari perangkat ibu presiden itu hanya ikut ajudan, wapri dan satu membantu untuk juru rias,” kata Andi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL