Habib Mahdi AlatasJakarta, LiputanIslam.com — Kemunculan kelompok teroris transnasional Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) rupanya sudah diprediksi oleh sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib. Hal itu disampaikan pimpinan Majelis Ta’lim Al Khairat Condet Habib Mahdi Alatas.

“Sekitar 1.400 tahun silam, Imam Ali telah mengingatkan akan datangnya gerombolan bengis ISIS, Al-Nusra, dan lain-lain, yang akan mengibarkan panji-panji hitam. Ucapan beliau terekam dalam literatur hadits ahlus sunnah wal jama’ah, yakni dalam kitab Kanzul Ummal yang dihimpun oleh ulama besar Al Muttaqi Al Hindi,” ujar Habib Mahdi, seperti dilansir Republika, 9 Agustus 2014.

Menurutnya, dalam riwayat nomor 31.530 kitab tersebut, Imam Ali menerangkan fenomena kemunculan kelompok Islam serupa ISIS. “Jika kalian melihat bendera-bendera hitam, tetaplah kalian di tempat kalian berada. Jangan beranjak dan jangan menggerakkan tangan dan kaki kalian,” ujar Habib Mahdi, mengutip bagian kitab tersebut.

Menurut Habib Mahdi, apa yang disampaikan Imam Ali tersebut merupakan seruan kepada umat untuk tetap tenang menyikapi provokasi kelompok Islam yang menyeru pada kesesatan. “Kemudian akan muncul kaum lemah, tiada yang peduli pada mereka, hati mereka seperti besi, mereka akan mengaku sebagai Ashabul Daulah, mereka tidak pernah menepati janji, mereka berdakwah pada Al Haq atau kebenaran, tapi mereka bukan Ahlul Haq atau pemegang kebenaran,” kata Habib Mahdi mengutip pernyataan Imam Ali dalam kitab.

Habib Mahdi menjelaskan, apa yang disampaikan Imam Ali persis seperti fenomena kehadiran kelompok ISIS hari ini. “Mereka mendeklarasikan “Khilafah Islamiyah”, tapi cara-cara yang digunakan tidak sejalan dengan Islam,” kata Habib Mahdi.

Saat ini sudah beredar dengan sangat luas bagaimana kelompok ISIS ini meluaskan pengaruhnya dengan mencaplok wilayah Suriah dan Irak. Saat menguasai wilayah, mereka tidak segan-segan untuk melakukan berbagai macam kejahatan, sambil meneriakkan takbir.

Menurut Habib Mahdi, keterangan dari Imam Ali tersebut juga persis seperti karakter pimpinan ISIS hari ini. “Namanya adalah julukan, nama yang diawali dengan kata ‘Abu’, marganya dari nama daerah, ‘Al-Baghdadi’, merujuk kepada ibukota Irak saat ini, yakni Baghdad. Dialah Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin ISIS yang telah mengumumkan dirinya sebagai khalifah atau amirul mu’minin,” kata Habib Mahdi.

Hanya saja, Abu Bakar Al-Baghdadi, yang disebut sebagai Khalifah oleh pendukungnya, ternyata tidak demikian halnya dengan keterangan Edward Snowden. Snowden mengungkap bahwa Al-Baghdadi sesungguhnya bernama Elliot Shimon (Simon Eliot), seorang agen yang dilatih Mossad. Menurutnya, Simon Eliot ini lahir dari keluarga Yahudi, baik ibu dan ayahnya, berdarah Yahudi.

Dilansir oleh Veteran Today, yang disebut “Elliot”  adalah rekrutan Mossad yang dilatih dalam bidang spionase dan perang psikologis, untuk menghancurkan dunia Arab dan Islam. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL