Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Dai muda yang juga Pendiri Cultural Islamic Academy Jakarta, Habib Husein Ja’far Hadar mengatakan bahwa karakteristik orang Indonesia ialah halus dan suka kedamaian. Sikap halus itulah yang menurutnya membuat masyarakat tidak mudah dimasuki ideologi yang keras. Kekerasan tidak cocok dengan budaya Indonesia.

Demikian hal itu disampaikan Habib Husein pada saat mengisi acara Komunitas Musisi Mengaji (Komuji) di Jeruk Purut, Jakarta Selatan, seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (27/7).

“Makanya di Indonesia ya walau pun mau didakwahkan seperti apa, yang namanya kekerasan tidak akan laku sebagai basis budaya Indonesia. Ajaran itu (kekerasan yang puncaknya terorisme) mau dijejalkan seperti apa tidak akan laku,” ucapnya.

Habib Husein menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang beragam adalah masyarakat yang cinta kedamaian. Bahkan sangat cinta damai. “Kita hidup di Indonesia yang negeri terlampau damai, bukan damai, (melainkan) terlampau damai,” katanya.

Baca: Perdamaian Sudah Jadi Nafas Bagi Umat Islam Indonesia

Contoh dalam kehidupan sehari-hari, ketika kaki seseorang terinjak oleh kaki orang lain, ia tidak serta merta marah, tetapi justru meresponsnya dengan sopan. “Orang Sunda, orang Jawa itu kalau diinjak kakinya masih (bicara dengan dengan halus) ‘Nyuwun sewu, kaki saya keinjek’,” ungkapnya. (aw/NU/ngopibareng).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*