Kerusakan bangunan di Gaza. (AP Photo/Khalil Hamra)

Tel Aviv, LiputanIslam.com— Sebuah laporan dari koran Israel, Haaretz, menyebutkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara sengaja menyerang warga sipil Gaza sebagai bentuk “hukuman kolektif” untuk membuat Hamas berada di “situasi yang problematis”.

Dalam artikel itu, disebutkan bahwa setelah sebuah rudal diluncurkan oleh sayap bersenjata Hamas ke Beersheva, “IDF mulai menyerang target sipil, termasuk ke pusat populasi, dengan tujuan membuat penduduk memahami konsekuensi dari eksalasi dan membuat Hamas berada di situasi problematis.”

Dalam kata lain, laporan ini mengakui bahwa IDF dengan sengaja menyerang warga sipil tak bersalah di Gaza sebagai balasan atas rudal-rudal yang diluncurkan oleh Hamas.

Menurut laporan ini, serangan IDF ke daerah sipil merupakan hasil dari perubahan kebijakan di dalam badan militer itu. Sebelumnya, serangan udara Israel difokuskan ke daerah militer Hamas yang kebanyakan jarang dihuni warga sipil. Namun, serangan yang terjadi baru-baru ini malah sengaja dijatuhkan ke infrasturktur sipil.

Jurnalis Whitney Webb, dalam artikelnya di Mintpress News, menilai bahwa kebijakan baru IDF ini tidak mengejutkan, melihat sebelum ini Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, menyatakan bahwa “tidak ada orang tak bersalah” di Gaza.

Lebih jauh lagi, menurut Webb, IDF telah menyerang warga sipil Gaza dalam operasi militer bahkan sebelum Hamas dipilih untuk berkuasa pada 2007.  Hal ini memperlihatkan bahwa alasan IDF dalam “menghukum Hamas” merupakan dalih untuk menjustifikasi peningkatan kematian sipil Gaza ketika tidak ada konflik militer besar.

Secara umum, laporan dari Haaretz ini memaparkan IDF yang bebas hukum, di mana kejahatan perangnya terhadap warga Palestina telah diabaikan dalam waktu yang lama. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*