Sumber: liputan6.com

Surabaya, LiputanIslam.com– Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Ishomuddin (Gus Ishom) mengkritik kelompok Muslim yang menutup diri dari kelompok lain. Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sebab, Islam itu bersikap terbuka dengan semua golongan, termasuk dengan non-Muslim.

“Pemeluk agama Islam seharusnya terbuka kepada siapa saja, termasuk pada kalangan non muslim, jangan malah menutup diri. Karena Islam tidak mengajarkan yang demikian,” ucapnya di Surabaya, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (21/7).

Kritik Gus Ishom disampaikan menanggapi kelompok yang hanya mau beli rumah bila ada label syar’inya, mau belanja di toko yang ada label syar’inya juga. Bahkan enggan berkumpul dengan anggota masyarakat yang mereka anggap tidak berpenampilan syar’i.

“Muslim jangan menutup diri untuk bergaul dengan warga negra lain hanya dengan alasan syar’i. Padahal Al-Qur’an mengajarkan kita untuk saling mengenal. Ini bahaya, bisa merusak persatuan dan kesatuan,” ucapnya.

Gus Ishom menjelaskan, syariatisasi bukan tidak boleh diterapkan secara umum. Namun menurutnya, syariatisasi boleh diterapkan di Indonesia bila hal tersebut bersikap umum dan mewakili kepentingan orang banyak, tidak boleh dalam masalah individu.

Baca: Ketum PBNU: Kita Bersyukur Ada ‘Hubbul Wathan Minal Iman’

“Coba buka UU nomor 1/1974 tentang perkawinan, kompilasi hukum Islam dan undang-undang wakaf, semua itu diambil dari hukum Islam. Karena asas manfaatnya bersifat umum,” terangnya. (aw/NU/ngopibareng).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*