NU2Jombang, LiputanIslam.com--Sekitar 300 guru-guru Ahlussunnah Waljamaah se-Kabupaten Jombang mengikuti Pelatihan Peningkatan Mutu Madrasah pada 26-29 Desember 2014. Salah satu materi pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang ini adalah bagaimana menyikapi maraknya  gerakan radikal Islam transnasional.

Materi “Gerakan Radikal Islam Transnasional” disampaikan oleh Dr. H. Ainur Rofiq Al Amin, SH, M.Ag atau lebih dikenal dengan Gus Rofiq. Dalam paparannya, Gus Rofiq mendefinisikan gerakan radikal Islam transnasional sebagai gerakan Islam lintas batas teritorial yang mulai melanda Indonesia pasca tahun 1945, setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk.

Gerakan-gerakan radikal itu berbentuk ormas dengan berbagai nama, antara lain Hizbut Tahrir dan Wahabi Salafi. Ciri khas ideologi mereka adalah  sikap antipati terhadap budaya dan tradisi Muslim Nusantara yang telah berusia berabad-abad. Mereka gemar memberi label TBC  (takhayyul, bid’ah, churafat) pada tradisi Muslim Nusantara.

Ditegaskan oleh Gus Rofiq, gerakan Hizbut Tahrir berbahaya karena berkeinginan mengganti NKRI dengan khilafah. Sedangkan kelompok Wahabi Salafi selalu menyerang tradisi NU seperti tahlil, barzanji, istighosah, ziarah kubur, mauludan, dan lain sebagainya. Ideologi seperti ini bila tidak diwaspadai akan membongkar sistem politik dan tradisi muslim Nusantara, dan berujung kepada keruntuhan NKRI.

Munculnya ISIS yang memorakporandakan Irak dan Suriah adalah bukti nyata bahaya ideologi gerakan radikal Islam transnasional. Kini pun ISIS yang berideologi Wahabi Salafi telah melemparkan ancaman kepada elemen-elemen penjaga NKRI, termasuk  Banser.

“ISIS mulai berani nantang dan ngancam Banser. Tentu kita tidak akan takut. NU akan terus menjaga keutuhan NKRI,” tegas Gus Rofiq.

Gus Rofiq (kiri)

Gus Rofiq (kiri)

Gus Rofiq yang juga pembina Pagar Nusa seusai acara menyampaikan bahwa Pagar Nusa akan melakukan latihan gabungan untuk bersiap menangkal ISIS.

“Insya Allah jelang Muktamar NU pada awal Agustus 2015 di Jombang, Pagar Nusa akan mengadakan latihan gabungan, disertai atraksi yang dihadiri sekitar 2000 pasukan. Selain untuk menyongsong Muktamar, latihan ini juga untuk menunjukkan bahwa kita siap hadapi ISIS, baik secara fisik maupun melalui diskusi ilmiah,” papar Gus Rofiq.

Acara pelatihan guru digelar di dua tempat, yakni Graha Gus Dur Denanyar dan PP. Babussalam Mojoagung. Lembaga Pendidikan Ma’rif adalah lembaga otonom di bawah naungan NU yang berkecimpung di bidang pendidikan. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL