CiremaiJakarta, LiputanIslam.com — Akhir-akhir ini marak beredar isu tentang penjualan Gunung Ciremai yang kaya sumber energi dan mineral kepada perusahaan Amerika Chevron. Isu ini pertama kali dilontarkan oleh situs forumhijau.com dan dengan cepat beredar luas di dunia maya. Bahkan kini telah muncul gerakan sosial berbasis dunia maya bernama “SaveCiremai”.

Dalam laporannya hari Sabtu (1/3) berjudul “Gunung Ciremai Dijual ke Chevron”, forumhijau.com menyebutkan bahwa Gunung Ciremai telah dijual kepada Chevron dengan nilai Rp60 triliun. Penjualan itu terkait dengan keberadaan sumber panas bumi, emas dan uranium.

Sekedar pengingat, proyek Geothermal Ciremai sudah positif sejak tahun lalu. Proyek tersebut, disetujui oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Aher pernah mengatakan, proyek Geothermal di Gunung Ciremai itu sangat ramah lingkungan, tidak akan merugikan masyarakat.

Sementara itu, menurut keterangan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (DSDAP), proyek Geothermal yang memiliki potensi sebesar 150 Megawatt ini akan mulai dibangun pabriknya oleh Chevron pada tahun ini. DSDAP mengklaim, prosedur sosialisasi kepada masyarakat sekitar sudah dilakukan.

Kesepakatan mengenai Chevron bersama pemerintah pusat dan provinsi Jabar ini sebenarnya tidak banyak diketahui masyarakat Kuningan. Memang, saat Chevron resmi menang tender Geothermal ini, sejumlah elemen masyarakat sempat bereaksi. Namun aksinya tidak massif sehingga putus ditengah jalan.

Sekarang ini, saat Chevron hendak mulai beroperasi, masyarakat Kuningan baru bereaksi. Ekstrimnya, munculah isu mengenai dijualnya Ciremai.

Dalam broadcast, dijelaskan bahwa jika Chevron mengekspolitasi Geothermal, maka akan ada dampak yang dirasakan. Diantarannya, keluarnya campuran beberapa gas seperti karbon dioksida, hidrogen, sulfida, metana, dan amonia yang akan mencemari lingkungan. Pencemaran itu, akan berpengaruh terhadap pemanasan global, hujan asam, dan bau tidak sedap bahkan beracun.

Pembangunan pembangkit Geothermal, dianggap dapat merusak stabilitas tanah. Pasokan air bersih berkurang. Lalu akan memicu gempa minor yang dapat berakibat pada meletusnya Gunung Ciremai.

“Kalau benar Ciremai akan dijual, tentu kita (warga Kuningan, red) tidak sudi. Tolong jangan rusak Gunung Ciremai,” kata salah seorang warga Kuningan, Imam Suyanto.(ca/forumhijau/kuningannews.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL