Demi dukung Palestina di Chile. (AP Photo/Luis Hidalgo)

Santiago, LiputanIslam.com–Kongres Chile baru-baru ini menyetujui resolusi untuk melarang impor produk dari Israel. Resolusi ini mendapat 99 suara setuju melawan 7.

Pembicaraan mengenai resolusi ini dilakukan di Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina. Teks resolusi menyatakan bahwa “sejak 1947 telah terjadi pengusiran permanen terhadap warga Palestina…, yang menyebabkan ketidakmungkinkan pelaksanaan penuh atas hak kedaulatan nasional rakyat Palestina.”

Anggota Komite Nasional BDS, sebuah organisasi gerakan boikot Israel, Mahmoud Nawajaa, menyambut baik keputusan kongres Chile tersebut.

“Kami bangga bahwa kongres Chile ikut merayakan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina dengan langkah-langkah solidaritas yang nyata dan penghormatan terhadap hukum internasional. Kami pun meminta pemerintah Chile untuk menghormati resolusi Kongres dan memastikan bahwa tidak ada produk dari permukiman ilegal Israel diizinkan masuk,” ucap Nawajaa.

Ia menambahkan bahwa seluruh ekonomi Israel memperoleh manfaat dari kebijakan apartheid, kolonisasi, dan kebijakan penjajahan. Karena itu, ia menilai kini waktunya bagi semua negara di Amerika Latin dan di seluruh dunia untuk mengakhiri keterlibatan mereka dengan pelanggaran hukum Israel.

“Melarang produk dari pemukiman ilegal Israel yang dibangun di atas tanah Palestina tidak cukup. Untuk memenuhi kewajiban moral dan hukum, Chile juga harus menerapkan embargo militer terhadap Israel,” tegasnya.

Sementara di Irlandia, RUU larangan impor dari Israel disahkan oleh senat pada hari Rabu (28/11). Menurut laporan, 25 senator Irlandia mendukung RUU ini, 20 menolak, dan 14 abstain.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Dr. Hanan Ashrawi, memuji langkah senat Irlandia ini.

“Senat Irlandia telah mengirim pesan yang kuat dan penting kepada rakyat Palestina dan komunitas global bahwa ada harga yang harus dibayar untuk perilaku kriminal Israel dan pelanggaran mereka terhadap hukum internasional dan hukum hak asasi manusia,” paparnya. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*