Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Mengapa Israel Larikan Helm Putih Dari Suriah?

Published 26/07/2018 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan sejumlah pemimpin negara Eropa telah menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan memintanya supaya mengevakuasi sekira 800 anggota Helm Putih (White Helmets) yang disebut-sebut sebagai organisasi pertahanan sipil di Suriah.

Netanyahu segera memenuhi permintaan itu dengan mengirim satuan-satuan pasukan Israel untuk mengevakuasi mereka melalui daerah pendudukan Dataran Tinggi Golan ke Yordania sebagai persiapan untuk menempatkan mereka di Jerman, Inggris, dan Kanada. Kepanikan negara-negara Barat dan respon segera Israel ini tak pelak mengundang tanda tanya besar mengenai hakikat Helm Putih dan sepak terjangnya di Suriah sejak negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad ini dilanda pemberontakan dan terorisme selama tujuh tahun terakhir.

Rusia menyangsikan peranan Helm Putih dan menuding organisasi ini bermain di balik kasus-kasus hoax adanya serangan kimia, baik di kota Khan Sheykhoun maupun di provinsi Aleppo dan kawasan Ghouta Timur, provinsi Damaskus. Sedangkan pemerintah Suriah menyebut Helm Putih sebagai bagian dari kelompok teroris Hayat Tahrir Sham alias Jabhat al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah.

Karena itu, Rusia dan Suriah mengecam operasi evakuasi ratusan anggota Helm Putih dan keluarga mereka oleh pasukan Israel yang sebelumnya justru telah menutup perbatasan di depan ribuan orang Suriah yang lari perang dan datang ke perbatasan untuk meminta perlindungan kepada Israel.

Eksploitasi aspek kemanusiaan sebagai kedok operasi intelijen bukanlah barang baru bagi AS. Badan intelijen AS pernah menyusupkan para agennya ke tengah tim investigasi PBB di Irak. Nama paling spektakuler yang mencuat dalam kasus ini adalah Scott Ritter, sosok yang kemudian tersentuh hati nuraninya untuk mengungkap kebenaran sehingga tak segan-segan mundur dari pekerjaannya dan bahkan mengungkap ketidak beresan dan tindakan-tindakan provokatif para pemimpinnya di tim itu di Irak. Menurutnya, tim ini mencari senjata-senjata destruksi massal di Irak, padahal mereka tahu persis senjata itu tak ada di Negeri 1001 Malam ini.

Ada pertanyaan yang sulit dijawab Israel, yaitu bahwa jika Netanyahu memang bersimpati kepada orang-orang Suriah dan berempati kepada penderitaan mereka lantas mengapa dia mengirim pasukan untuk memboyong ratusan anggota Helm Putih itu ke Yordania melalui wilayah Palestina pendudukan dan enggan menempatkan mereka di Tel Aviv saja, misalnya, untuk masa transit beberapa bulan sampai semua proses untuk pengiriman mereka Kanada, Jerman, dan Inggris selesai?

Jika memang memiliki rasa kemanusiaan apakah mungkin Netanyahu tidak sanggup menanggung keberadaan mereka hanya selama dua bulan saja di Israel? Dan mengapa pula Amman bersuka rela menampung mereka di Yordania? Apakah ini karena Amman juga mengetahui persis hakikat di balik misi Helm Putih di Suriah?

Trump tiba-tiba berlagak simpati kepada para anggota Helm Putih, organisasi yang didirikan oleh mantan perwira intelijen Inggris James Le Mesurier dan dengan bantuan dana jutaan Pound Sterling dari Inggris.  Mengapa lagak demikian tidak pernah dia tunjukkan untuk Jalur Gaza, Yaman, Irak, atau bahkan Suriah sendiri?  Mengenai Suriah, Trump malah mencatumkan negara ini dalam daftar tujuh negara Islam yang warganya dilarang bermigrasi atau masuk ke AS.

Dalam beberapa bulan ke depan akan banyak fakta terungkap mengenai peranan banyak negara Arab dan Barat dalam menyulut perang Suriah dan mendanai kelompok-kelompok bersenjata di Suriah, baik yang jelas-jelas teroris maupun yang dikemas dengan sebutan moderat. Peranan Helm Putih dalam perang yang mengerikan ini akan semakin terungkap. Akan terlihat motif dan sebab keberadaan permanen organisasi di berbagai kawasan yang dianggap terbelit kasus penggunaan senjata kimia.

Yang jelas, berakhirnya era Helm Putih dan kepedulian negara-negara Barat untuk mengevakuasi para anggota organisasi ini merupakan satu perkembangan spektakuler yang menjadi indikasi tak terbantahkan lagi bahwa perang Suriah sudah mendekati babak final, dan bahwa setelah tujuh tahun berjuang mati-matian pada akhirnya Pasukan Arab Suriah keluar dari perang sebagai pemenang dan berhasil mempertahan integritas negara ini. (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account