Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Macan Ompong Trump Di Depan Iran

Published 02/08/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Drama permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali menyita perhatian dunia. Presiden AS Donald Trump yang semula mengancam akan menghancurkan Iran tiba-tiba berganti nada lunak dengan menawarkan pertemuan dirinya dengan para pemimpin Iran “kapanpun mereka menghendakinya dan tanpa prasyarat.”

Trump menggambarkan pertemuan itu dengan ungkapan; “Akan baik bagi mereka, bagi kami, dan bagi seluruh dunia, terutama jika kita dapat berbuat sesuatu yang logis dan tidak boros kertas seperti perjanjian nuklir sebelumnya.”

Lebih dari itu, Jubir Dewan Keamanan Nasional AS Garrett Marquis menegaskan bahwa AS siap mencabut sanksi terhadap Iran, memulihkan sepenuhnya hubungan diplomatik dan perdagangannya dengan Iran, serta memperkenan Iran mengembangkan teknologi dan mengembalikan ekonominya kepada tatanan baru internasional.

Mengapa AS tiba-tiba sedemikian melunak terhadap Iran? Padahal sebelumnya Trump mengancam akan membuat Iran berhadapan dengan “konsekuensi terbesar yang pernah ada dalam sejarah”,  mencegahnya dari ekspor minyak, dan meminta Saudi mendongkrak ekspor minyaknya menjadi 2 juta barel untuk menjatuhkan harga minyak.

Perlu dicatat bahwa para pejabat Iran, terutama di level keduanya, justru rmai-ramai menertawakan tawaran Trump. Mereka justru mengingatkan Trump agak menarik keputusannya keluar dari perjanjian nuklir Iran, dan menghentikan semua sanksi ekonominya terhadap Iran.

Strategi Trump tumbang secara memalukan. Dia sendiri yang semula meningkatkan gertakannya untuk menciutkan nyali Iran dan menyeretnya ke meja perundingan, tapi kemudian tiba-tiba berlagak santun sehingga bahkan terlihat bagai macan ompong. Pada dasarnya, Trump yang hanya terlatih dengan seluk beluk transaksi bisnis memang tidak akan piawai mengelola krisis dan perang.

Patut untuk selalu diingat bahwa antiklimaks intimidasi Trump terhadap Iran itu terjadi setelah dia merasa yakin bahwa percuma Iran diancam dengan embargo ekonomi, serangan militer, dan pembentukan “NATO Arab Sunni” di mana Israel malah menjadi anggotanya yang kesembilan.

Alih-alih takut, Iran malah memberi lampu hijau kepada Ansarullah (Houthi) di Yaman untuk merudal kapal-kapal perang dan tanker-tanker minyak Saudi dekat Bab al-Mandeb sebagai peringatan bagi AS dan sekutunya bahwa sebagian besar jalur pelayaran internasional dan separuh ekspor minyak di dunia berada di tangan aliansi yang dipimpin Iran, atau berada dalam jangkauan rudalnya. Jika sekarang sasarannya adalah Bab al-Mandeb maka selanjutnya adalah Selat Hormuz, dan semua ini hanyalah pemanasan sebelum badai rudal dengan berbagai jenisnya.

Trump mundur setelah Presiden Iran Hassan Rouhani mengancam AS dengan “induk segala perang” dan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Soleimani mengingatkan bahwa AS boleh memulai perang tapi kesudahannya hanya akan ada di tangan Iran.

Patut dicatat pula bahwa Trump yang dililit kasus skandal dengan perempuan juga terlihat ringkih dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia. Dia terlihat seolah murid di depan guru ketika menyatakan bahwa AS dalam Perang Suriah menderita kerugian US$ 70 miliar. Rugi di tangan siapa lagi kalau bukan Rusia, Suriah, Iran, dan Hizbullah? Selain itu AS juga menjadi negara yang paling dipandang sinis oleh khalayak dunia, termasuk oleh negara-negara Eropa yang notabene sekutunya sendiri.

Trump pandai berlagak jawara hanya di depan negara-negara Arab Teluk yang memang selalu menerima diktenya, merespon semua permintaan finansialnya yang provokatif, dan mendukungnya secara cuma-cuma hanya semata demi mendapat keamanan karena, sebagaimana pernah dikatakan Trump, mereka tak dapat melanjutkan kekuasaannya barang seminggu tanpa dukungan AS.

Di pihak lain, Rouhani pernah menolak delapan ajakan pertemuan dengan Trump, sebab Rouhani sudah tak percaya lagi kepada pengkhianat perjanjian, dan Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei pun mengingatkan bahwa pertemuan dengan Trump hanyalah “membuang-buang waktu” belaka. Semua ini memperlihatkan betapa kontras perbedaan para pemimpin Iran dengan para pemimpin Arab yang justru berbangga atas pertemuan dengan Trump dan telah menghamburkan kekayaannya demi kepuasan AS dan Israel terkait dengan obsesi keduanya untuk menyerang Iran tanpa banyak resiko.  (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account