Sumber: Presstv

Sana’a, LiputanIslam. Com—Sebuah surat kabar yang berbasis di Inggris, The Financial Times, melaporkan pada Sabtu (12/10), bahwa Arab Saudi telah menggelar dialog dengan kelompok Houthi-Yaman untuk pertama kalinya, sebagai tanda bahwa kerajaan bersedia untuk mengakhiri agresinya ke Yaman.

Dialog rahasia itu dimulai setelah Houthi mengumumkan bahwa mereka akan berhenti meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Arab Saudi jika kerajaan itu menghentikan agresinya ke Yaman.

“Ada banyak kemajuan terjadi dalam dialog itu,” ucap seorang komentator politik yang berbasis di Dubai (UEA).

“Kami sekarang berada di penghujung perang Yaman,” kata Abdulkhaleq Abdulla, kepada surat kabar tersebut.

Surat kabar itu, mengutip seorang diplomat Barat, mengatakan serangan drone ke fasilitas minyak Saudi adalah kunci bagi perubahan sikap Riyadh.

“Faktor lain di balik perubahan sikap Riyadh adalah melemahnya koalisi Saudi dengan Uni Emirat Arab(UEA),” tambahnya.

Baca: Agresi Saudi Sukses Membuat Yaman jadi Negara Termiskin di Dunia

UEA adalah sekutu utama Arab Saudi saat melakukan kampanye militer ke Yaman. Namun Abu Dhabi mengumumkan pada bulan Juli bahwa mereka akan menarik pasukannya dari Yaman.

Perang yang dipimpin Saudi telah menemui jalan buntu selama bertahun-tahun dan para ahli terus-menerus mengatakan tidak ada solusi yang bisa tercipta dari agresi militer.(fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*