fadliJakarta, LiputanIslam.com–Wakil Ketua DPR, Fadli Zon,  akhirnya mengakui adanya kesalahan yang dilakukan oleh tukang sate yang menghina Presiden Joko Widodo. Fadli juga menilai tindakan polisi ini sudah baik dan benar. Sebelumnya, Fadli Zon mengkritik keras penangkapan tukang sate pengguna facebook berinisial MA itu.

“Tadi saya sudah ketemu dengan MA ditemani oleh Dirtipekus Pak Kamil, memang tentu saja ada kekeliruan dan kesalahan yang dilakukan MA,” kata Fadli Zon seperti dikutip Merdeka.com, Jumat (31/10).

Setelah mendengar penjelasan-penjelasan polisi, dirinya keliru atas pendapat sebelumnya yang menyatakan hukum tajam ke atas namun tumpul ke bawah. Menurutnya, dalam kasus ini tidak ada yang dipolitisasi, polisi hanya melakukan tugas dengan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

“Setelah mendengar penjelasan-penjelasan bagaimana yang terjadi sesungguhnya, kita tidak ingin dipolitisasi dan kita lihat memang tidak ada unsur politisasi,” ungkap Fadli, usai menemui MA di Mabes Polri Jakarta.

Dia juga menambahkan untuk kasusnya yang telah dilaporkan saat pilpres sudah ada progres, dan Fadli mengakui kasus ini murni pornografi karena ada unsur Jokowi sebagian orang menginterpretasikan ke Jokowi.

“Ada unsur pornografi, karena ada unsur itu jadi diinterpretasikan lain seperti itu,” katanya.

Fadli juga mengatakan masalah ini bisa jadi masukan bagi DPR, mungkin DPR bisa melakukan revisi terhadap Undang-undang agar UU bisa menegakkan hal seperti ini.

“Mungkin DPR bisa melakukan revisi terhadap Undang-undang supaya UU bisa menegakkan, ini masalah aturan main yang lebih tegas,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MA melakukan editing pada foto Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. Wajah keduanya di-cropping lalu disambungkan dengan sejumlah foto-foto model porno yang tengah bugil dalam berbagai adegan.

“Pelaku melakukan potong sambung gambar cewek dengan Jokowi dan juga ada gambar Jokowi (berhubungan badan dengan) Bu Megawati. Porno dan tidak pantas. Masak gambar presiden digituin. Kita sendiri kalau digituin orang lain pasti juga lapor polisi,” kata seorang penyidik Cybercrime Mabes Polri, Rabu (29/10/2014).

Foto-foto tidak pantas itu lalu diunggah di akun Facebook milik pelaku dan ditambah dengan berbagai komentar yang tidak pantas lainnya. Tak menunggu lama, warga Ciracas, Jakarta Timur itupun ditangkap polisi pada Kamis (23/10/2014) lalu.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL